kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45835,01   4,31   0.52%
  • EMAS945.000 0,53%
  • RD.SAHAM -0.46%
  • RD.CAMPURAN -0.09%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Vida, start up pemberani di ranah layanan sertifikasi digital


Sabtu, 26 Juni 2021 / 11:00 WIB
Vida, start up pemberani di ranah layanan sertifikasi digital

Reporter: Muhammad Julian | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkembangan teknologi digital membuat para pengguna harus ekstra waspada terhadap keamanan saat menggunakan teknologi itu. Tak heran, perusahaan penyedia keamanan digital pun semakin dibutuhkan di era teknologi digital. 

Inilah yang membuat salah satu startup terjun ke ranah bisnis layanan keamanan digital, yakni PT Indonesia Digital Identity  atau Vida. Usaha rintisan ini berdiri sejak 2018 dan sudah terdaftar sebagai salah satu penyelenggara sertifikat elektronik (PSrE) di Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo).

Menurut Chief Executive Officer Vida Sati Rasuanto, layanan yang perusahaannya tawarkan sudah dipakai oleh banyak pengguna. Mulai dari level UMKM hingga korporasi.

Biasanya, layanan yang Vida berikan masih terkait dengan bagian keamanan digital. Misalnya, penyedia sertifikat elektronik dan layanan tanda tangan digital yang terseritifikasi. 

Sayang, Sati belum bisa memerinci jumlah pengguna Vida hingga saat ini. Yang jelas, dari catatan KONTAN, Vida sudah menjalin kerjasama dengan beberapa pihak untuk mengenalkan layanannya.

Contoh, dengan BGR Logistic dan sejumlah UMKM yang bekerjasama dengan Grab. "Untuk tahap sekarang, memang kami dalam tahap pengenalan," kata Sita saat kunjungan virtual ke Redaksi KONTAN, Rabu (23/6).

Baca Juga: Bangga Buatan Indonesia: Teknologi kecerdasan Widya Robotics menembus pasar regional

Tapi, melihat fitur yang Vida tawarkan, mulai sertifikasi elektronik hingga layanan keamanan lainnya termasuk untuk data pribadi, Sati menyebutkan, sesungguhnya target pasar startup ini berasal dari industri keuangan dan perbankan. "Memang inilah target Vida sebenarnya," sebut dia.

Untuk itu, Vida tengah menjajaki kerjasama dengan perusahaan bidang keuangan. Namun, untuk saat ini, Sati belum bisa membuka lebih jauh tentang penjajakan kongsi tersebut. Yang terang, jika prosesnya lancar, ekspansi ke ranah industri keuangan bisa terealisasi di kuartal tiga tahun ini.

Sejauh ini, untuk membiayai ekspansi pengembangan usaha Vida dari awal berdiri hingga sekarang, Sati mengungkapkan, masih berasal dari dana internal para pendiri atau biasa disebut bootstrapping. 

Hanya, untuk pengembangan usaha lebih lanjut, Sati bilang, tidak menutup kemungkinan Vida bakal melakukan pencarian dana eksternal yang berasal dari investor. "Kami akan fundrasing ke depan untuk pengembangan," imbuhnya.

Langkah ini penting Vida lakoni. Maklum, Sati mengungkapkan, para pemain di bidang sertifikasi elektronik kebanyakan merupakan perusahaan yang lumayan besar. Sebut saja, ada PT Djelas Tandatangan Bersama, PT Solusi Net Internusa, Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri), dan PT Privy Identitas Digital.

Selanjutnya: Ramai-ramai start up merger dengan SPAC, begini kata pengamat

 




TERBARU
Kontan Academy
Excel Master Class: Data Analysis & Visualisation Certified Supply Chain Analyst (CSCA) Batch 10

[X]
×