kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Warna gelap jadi nilai lebih eboni sebagai bahan furnitur


Sabtu, 05 Mei 2018 / 16:10 WIB

Warna gelap jadi nilai lebih eboni sebagai bahan furnitur

KONTAN.CO.ID - Sejak lama Indonesia dikenal sebagai salah satu negara penghasil tanaman kayu dengan kualitas terbaik di dunia. Bahkan beberapa jenis pohon dikenal sebagai penghasil kayu yang digunakan khusus untuk bahan baku furnitur mewah dan eksklusif. Pohon yang kerap dijadikan sumber penghasil kayu adalah pohon jati.

Namun, sebenarnya masih ada beberapa jenis pohon penghasil kayu eksklusif lainnya. Salah satunya adalah pohon eboni. Flora asli pulau Sulawesi ini ternyata juga tengah dicari di kalangan pelaku usaha furnitur. Warna kayunya yang cenderung gelap menjadi salah satu keunggulan kayu eboni.

"Bibit eboni lumayan banyak yang cari, kebanyakan yang cari itu borongan. Jadi sekali ambil langsung banyak. Setahun belakangan permintaannya juga masih bagus," kata Muhammad Umar, penjual bibit eboni asal Purworejo, Jawa Tengah.

Umar menjual bibit eboni dengan aneka ukuran, mulai ukuran 10 centimeter (cm) sampai 2 meter (m). Ia menuturkan, bahkan ada beberapa pembeli meminta bibit pohon eboni dengan ukuran lebih dari 2 m. "Jika ada permintaan khusus, biasanya pembeli harus menunggu karena stok bibit lebih dari 2 m tidak selalu ada," ujarnya.

Bibit eboni berukuran 10 cm dibanderol mulai Rp 15.000 per bibit. Sedangkan bibit eboni yang sudah mencapai 2 m biasanya dibanderol Rp 300.000 per bibit. Umar mengatakan jika permintaan tidak rutin ada terus menerus, namun sekali ada permintaan, jumlahnya langsung banyak.

"Belum tentu rutin sebulan sekali ada permintaan. Tapi biasanya langsung borongan, misal sekali beli untuk 500 – 1.000 bibit. Rata-rata pada cari yang ukurannya sekitar 50 – 70 cm," jelasnya. Umar juga mengatakan jika pasokan bibit eboni cukup terbatas. Ia biasa memasok bibit tiap sebulan sekali.

Permintaan bibit eboni yang masih menjanjikan juga diakui oleh Herry Riwu, penjual bibit asal Bogor, Jawa Barat. Ia mengatakan. permintaan bibit eboni justru banyak datang dari luar Pulau Jawa. Kebanyakan pelanggan Herry berasal dari Sumatra, Kalimantan, Sulawesi sendiri bahkan sampai ke Papua.  "Kebanyakan dari luar Jawa, mungkin karena di sana lahan kosong masih banyak. Kalau di Jawa sudah habis tanahnya," kata Herry. Ia menjual bibit eboni berukuran 50 cm yang dibanderol Rp 75.000 per bibit.

Sama seperti Umar, permintaan bibit eboni milik Herry juga tidak pasti. Namun sekali ada permintaan, bisa mencapai 500 bibit eboni. Rata-rata pelanggan Herry membeli bibit eboni dalam jumlah kecil, misal sejumlah 50 – 100 bibit. Tapi ada pula pelanggan yang membeli dengan sistem borongan.                              


Reporter: Elisabeth Adventa
Editor: Johana K.


Close [X]
×