| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.073
  • SUN98,24 0,00%
  • EMAS606.004 0,84%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Bisa ditanam di Indonesia, bibit leci pun banyak diburu pecinta tanaman

Rabu, 07 Maret 2018 / 10:30 WIB

Bisa ditanam di Indonesia, bibit leci pun banyak diburu pecinta tanaman

KONTAN.CO.ID - Dulu, boleh jadi, kita mengenal leci sebagai buah kaleng. Ya, leci seringkali dibeli dalam kemasan kaleng dengan rasa manis lantaran diawetkan dengan air gula.  

Namun, kini, leci juga bisa diperoleh dalam kondisi segar. Pasalnya, buah dengan kulit berwarna merah ini sudah mulai dibudidayakan di negeri ini. 

Meski habitat asli buah dengan nama latin Leachi Chinensis tersebut adalah daerah beriklim subtropis, namun tanaman ini bisa dibudidayakan di Indonesia. Selama ini, leci banyak ditanam di China, India, Madagaskar dan lainnya. 

Leci bisa tumbuh dengan baik di udara sejuk dengan cukup banyak air. Namun, jangan biarkan air sampai menggenang. Dataran tinggi dengan ketinggian lebih dari 700 meter di atas permukaan laut merupakan daerah yang cocok untuk pertumbuhan leci.  Adapun, suhu udara yang baik sekitar 90 C - 190 C selama musim hujan dan 250 C - 330 C selama musim kemarau. 

Lantaran bisa ditanam di sini, potensi bisnis leci mulai terbuka lebar. Cahyaning Tri Kunastri, Pengelola Taman Buah Bunton asal Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur mengatakan, permintaan bibit leci terus meningkat. Dalam sebulan, penjualannya 100-200 bibit. 

Kebanyakan konsumennya adalah penjual bibit tanaman yang berada disekitar kota Malang dan pembeli ritel yang berada di sekitar Pulau Jawa, Kalimantan dan Sumatra. Harganya Rp 50.000 per bibit.  

Kini, Nana, panggilan akrab Cahyaning, sudah menyiapkan 500 bibit leci.  Seluruh bibitnya tersebut dikembangbiakkan di lahan pertanian yang berada di Wagir. 

Awalnya, Nana mendapat bibit leci pertama dari seorang temannya. Sang teman membeli bibit ini langsung dari luar ngeri. Sampai sekarang, Nana mempunyai lima pohon indukan dengan usia rata-rata 13 tahun. 

Berbeda dengan Nana, William Soejokto justru mengatakan, permintaan pasar akan buah berwarna merah ini masih kecil. Dalam sebulan hanya sekitar 50 - 100 bibit tanaman yang dikirimkannya ke pelanggan yang berada di sekitar Jawa dan Sumatra. "Ini disebabkan leci cukup sulit untuk berbuah di dataran rendah," tuturnya. William menjual bibit leci ini mulai Rp 30.000 hingga Rp 500.000 untuk tanaman setinggi dua meter. 

Laki-laki asal Jambi ini sudah lima tahun lalu membudidayakan leci. Namun, sampai sekarang, dia belum mendapati tanamannya berbuah. 

Oleh karena itu, dalam penilaiannya, jika pohon leci bisa menghasilkan buah, baik yang ditanam di dataran rendah maupun dataran tinggi, nanti harga jualnya bisa terkerek naik. Apalagi, jika semakin viral, maka akan banyak penggemar tanaman akan memburunya.           

   


Reporter: Tri Sulistiowati
Editor: Johana K.

BUDIDAYA TANAMAN

Komentar
TERBARU

KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0375 || diagnostic_web = 0.2309

Close [X]
×