PELUANG USAHA
Berita
Mekanik pesawat makin dicari, makin menjanjikan

PROFESI MEKANIK PESAWAT

Mekanik pesawat makin dicari, makin menjanjikan


Telah dibaca sebanyak 8216 kali
Mekanik pesawat makin dicari, makin menjanjikan

Harga tiket pesawat terbang yang semakin terjangkau membuat orang beralih dari perjalanan darat ke udara. Frekuensi penerbangan jadi meningkat, sehingga jumlah pesawat yang perlu dirawat kian bertambah. Kondisi ini membuka peluang bagi mekanik pesawat yang jumlahnya masih minim.

Jumlah pesawat terbang setiap tahun terus bertambah, baik komersial maupun militer. Masalahnya, jumlah itu tidak diikuti dengan peningkatan jumlah mekanik pesawat. Tak aneh, banyak operator penerbangan maupun perusahaan perawatan pesawat mendatangkan mekanik asing untuk memenuhi kebutuhan itu.

Berdasarkan hitungan Badan Diklat Kementerian Perhubungan, hingga tahun 2012 nanti setidaknya dibutuhkan sebanyak 3.000 orang teknisi pesawat. "Kebutuhan mekanik pesawat memang sangat besar," ujar Dedi Darmawan, Kepala Badan Diklat Kementerian Perhubungan.

Senada dengan pernyataan Eko Romi, Manajer PPC & Engineering PT Star Aero Engineering. Petinggi perusahaan perawatan pesawat terbang ini mengatakan, pesawat harus selalu diservis setelah terbang 600 jam. "Walau dia (pesawat) tidak terbang, dalam jangka waktu tertentu tetap harus diservis," imbuhnya.

Setiap jenis pesawat hanya boleh ditangani oleh mekanik yang sudah memiliki sertifikat khusus yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan. Lisensi Aircraft Maintenance Engineers (AME) itu hanya berlaku untuk setiap tipe yang sesuai dengan lisensi.

Menurut Eko, rata-rata seorang mekanik hanya mempunyai satu lisensi AME. Karena itu, semakin banyak tipe pesawat yang ada membuat kebutuhan mekanik juga semakin besar. "Ada juga yang mempunyai lebih dari satu, tapi jumlahnya tidak banyak," ujarnya.

Profesi mekanik pesawat terbang, lanjut Eko, sangat menjanjikan. Seorang mekanik dengan lisensi AME akan mendapatkan gaji sekitar Rp 13 juta per bulan. Namun, jumlah itu bisa lebih tinggi jika sertifikat yang dipunyai lebih dari satu.

Bayaran itu sebanding dengan usaha yang harus dilakukan untuk mendapatkan lisensi AME. "Dia harus sekolah dan diuji kelayakannya," katanya.

Menurut Eko, perusahaannya saat ini memiliki 25 tenaga mekanik. Jumlah itu masih kurang. Apalagi, rata-rata mekanik hanya mempunyai lisensi AME untuk pesawat tipe CASA 212, helikopter tipe BO 105, BELL 412 dan BELL 206. Oleh karena itu, perusahaan tidak akan menerima perawatan pesawat di luar tipe-tipe itu.

Saat ini pesawat yang ditangani oleh Star Aero berasal dari Angkatan Laut, Angkatan Darat, dan Badan SAR Nasional. Ada pula perawatan untuk empat perusahaan penyewaan pesawat komersial.

Tarif perawatan di Star Aero sebesar US$ 35 per jam untuk setiap mekanik (manhours) pesawat komersial. Adapun untuk pesawat militer hanya US$ 20 per manhours.

Satu jenis helikopter membutuhkan waktu perawatan 45 hari kerja. Rata-rata perawatan setiap pesawat dikerjakan tujuh orang mekanik.


Editor: Tri Adi
Telah dibaca sebanyak 8216 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Siap-siap, mobil murah tak lagi terjangkau

    +

    Harga mobil LCGC kemungkinan naik akibat inflasi dan pengurangan insentif.

    Baca lebih detail..

  • Adu gengsi produsen otomotif

    +

    Tren mobil baru di ajang Indonesia International Motor Show 2014.

    Baca lebih detail..