PELUANG USAHA
Berita
Sentra Anggrek: Banyak petani jual lahan (3)

SENTRA ANGGREK KEBON JERUK, JAKARTA

Sentra Anggrek: Banyak petani jual lahan (3)


Telah dibaca sebanyak 2221 kali
Sentra Anggrek: Banyak petani jual lahan (3)

Sentra anggrek dan tanaman hias di Kampung Rawa II, Kelurahan Kebon Jeruk, Jakarta Barat sudah berdiri sejak tahun 1994. Pada masa-masa awal kemunculannya, budidaya tanaman anggrek di kawasan ini masih semarak.

Haji Usman, seorang petani anggrek di daerah ini bilang, pada tahun 1994, hampir semua warga di Kampung Rawa II menanam anggrek. Namun, lambat laun, jumlah petani anggrek di daerah ini terus berkurang.

Soalnya, banyak dari mereka yang menjual lahannya. Maklumlah, Kampung Rawa II merupakan wilayah yang cukup strategis di Jakarta. Tentu harga tanahnya juga mahal.

Haji Usman sendiri pernah ditawari seseorang untuk menjual tanah yang dipakainya buat bertani anggrek. Lokasinya berada persis di depan rumahnya. Kendati ditawar dengan harga tinggi, ia memilih tidak menjualnya. "Bila dijual, uangnya belum tentu bisa bertahan lama," katanya.

Namun, tidak demikian dengan warga lain yang juga menekuni usaha budidaya anggrek. Banyak dari mereka tergiur dengan harga tinggi, sehingga melepas lahan tempat dia membudidayakan anggrek.

Alhasil, sejak tahun 2000-an, lahan  budidaya anggrek ini di kawasan ini banyak beralih fungsi menjadi bangunan rumah. Hal senada juga disampaikan Haji Iqbal. Menurutnya, penyempitan lahan budidaya anggrek sudah terasa sejak tahun 2000.

Penyempitan lahan terjadi seiring banyaknya pendatang baru yang masuk ke kawasan itu. "Hasilnya, ya, banyak rumah-rumah baru yang berdiri di atas lahan tempat budidaya anggrek," ujarnya.

Sama halnya dengan Haji Usman, ia juga memilih tidak menjual lahan budidaya anggrek miliknya. Padahal, bila dia mau menjual, tentu banyak yang berminat.

Soalnya, lahan miliknya itu tergolong strategis karena berada di pinggir jalan. Bagi Usman maupun Iqbal, menyusutnya jumlah petani anggrek ini membawa berkah juga. Soalnya, tingkat persaingan menjadi sedikit agak longgar.

Muhasan, petani lainnya bilang, semakin sediktinya petani anggrek di sentra ini membuat permintaan anggrek semakin tinggi.           

(Selesai)

Editor: Havid Vebri
Sumber: Kontan 2/10/2012
Telah dibaca sebanyak 2221 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Simak sektor mana saja yang prospektif!

    +

    Sejak awal tahun hingga 22 September 2014, saham-saham sektor perbankan memberikan return terbesar.

    Baca lebih detail..

  • Meramal gerak IHSG setelah rekor

    +

    Analis berbeda pendapat soal prospek kinerja IHSG ke depannya.

    Baca lebih detail..