kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.869
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS609.032 -0,82%

Adonan bisnis martabak masih legit

Jumat, 17 Agustus 2018 / 12:00 WIB

Adonan bisnis martabak masih legit



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Siapa yang tak kenal martabak? Martabak merupakan salah satu kudapan yang sangat familiar di lidah masyarakat Indonesia. Disajikan dengan berbagai varian rasa, martabak tak pernah membosankan. Penggemarnya justru bertambah dengan berbagai inovasi dan membuat martabak jadi makanan kekinian.  

Para pelaku bisnis martabak juga terus bermunculan. Padahal, pemain lama juga tak tersisih. Bahkan, mereka ikut mengembangkan usaha dengan menawarkan paket kemitraan.

Untuk mengetahui tren martabak dan kondisi bisnis kemitraannya, KONTAN akan mengulas tiga penjaja martabak yang sebelumnya pernah ditulis bisnis waralabanya. Ketiga pemain itu adalah Martabak Banditz, Martabak Bari dan Martabak Pizza G2.  

Martabak Banditz
Usaha besutan Nico Andrew Siahaan yang mulai beroperasi pada 2015 lalu nampak berjalan lancar. Kerjasama kemitraan yang dimulai pada setahun lalu, telah berbuah manis.

Kini, sudah ada sembilan mitra yang bergabung. Gerai milik mitra seluruhnya berada di Sumatra Utara, seperti Pemantang Siantar, Tarutung, sampai dengan Kabupaten Karo.

Sekarang masihb ada dua mitra yang masuk dalam daftar tunggu. Sesuai rencana,  gerai mereka akan dibuka di Kupang dan Sumatra Utara."Kebanyakan memang di daerah karena potensi usaha disana masih besar, persaingannya juga belum terlalu ketat seperti disini (Jakarta)," katanya Nico pada KONTAN, Kamis (2/8).
Jauhnya lokasi gerai mitra tidak jarang membuat pengiriman bahan baku jadi kendala. Terutama, saat libur panjang atau bertepatan dengan momen hari raya.  

Nico mengatakan, untuk lokasi-lokasi yang jauh, butuh waktu lebih dari dua minggu untuk pengiriman bahan. Alhasil, ada beberapa mitra yang harus rela menutup gerainya lantaran tidak ada bahan.

Kendala lainnya adalah sulitnya pengawasan manajemen ke gerai mitra. Dalam pengawasan itu, Nico ingin  memastikan penerapan standar operasional produksi (SOP) dilakukan dengan benar.

Sekarang Nico sedang me-review lagi sistem kerjasamanya untuk memperbaiki manajemen agar sama-sama menguntungkan mitra dan menjaga nama baik usaha. Rencananya, dia akan menerapkan sistem full management untuk menjamin SOP dilakukan pada setiap gerai.

Untuk paket kemitraan, Nico belum lakukan perubahan. Paketnya masih sama, yakni mulai dari paket senilai Rp 10 juta sampai Rp 45 juta. Mitra mendapatkan seluruh fasilitas berjualan.

Harga jual produk pun tak berbuah, masih sama yaitu Rp 20.000 sampai Rp 50.000 per loyang khusus diluar Jakarta. Langkah ini dilakukan untuk menyesuaikan tingkat pendapatan daerah.  


Reporter: Elisabeth Adventa, Nur Pehatul Janna, Puspita Saraswati, Tri Sulistiowati
Editor: Markus Sumartomjon

PELUANG USAHA

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0030 || diagnostic_api_kanan = 0.0600 || diagnostic_web = 0.3619

Close [X]
×