kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Aroma Cuan dari Usaha Parfum Masih Semerbak


Sabtu, 08 Agustus 2026 / 07:20 WIB
Aroma Cuan dari Usaha Parfum Masih Semerbak
ILUSTRASI. Parfum Mollia Scent (Dok/Mollia Scent)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis parfum yang masih harum semerbak terus membuat pelaku usaha kepincut. Salah satunya,      Ni Wayan Onik Setyarani yang memberanikan diri membuat usaha parfum berlabel Mollia Scent.

Berbekal pengalaman di industri fesyen yang sebelumnya ia geluti, perempuan asal Bali ini memberanikan diri terjun ke usaha parfum dengan mengusung konsep wangian berbahan alami dan slow living sesuai identitas pulau dewata. 

Menurut Onik, usaha yang baru berdiri awal tahun ini berawal dari keputusannya untuk membangun usaha di luar industri fesyen yang selama ini ia lakoni.

"Ada teman yang memberi ide mencoba bisnis parfum. Setelah saya pelajari, saya rasa, parfum menjadi salah satu pilihan bisnis yang modalnya masih terjangkau," ujar Onik kepada KONTAN belum lama ini.

Baca Juga: Wangi Cuan dari Pengeringan Biji Kopi

Lantaran ingin membuat produk parfum khas Bali, ia membuat desain produk dan penggunaan material yang ramah lingkungan. Begitu juga kemasannya yang tidak menggunakan plastik.

Dengan produk parfum yang menonjolkan aroma khas Bali, Onik menjajakan parfumnya melalui sistem konsinyasi di sejumlah butik, toko, dan salon, serta memanfaatkan reseller

Baca Juga: Merajut Cuan dari Lembaran Kulit Sapi

Namun, seiring berjalannya waktu, Onik melihat peluang yang lebih besar datang dari sektor pariwisata. Ia kemudian mulai rutin mengikuti sunday market di kawasan Pantai Sanur untuk menjangkau wisatawan domestik maupun mancanegara. 

"Sekarang, target market kami bertambah ke wisatawan," ungkapnya.

Baca Juga: Fulus dari Aneka Camilan Penggugah Selera

Karena baru beroperasi beberapa bulan, Onik belum menghitung secara rinci omzet usaha. Meski demikian, ia menyebutkan, pertumbuhan penjualan berjalan cukup stabil.

Keuntungan yang ada dia putar kembali untuk memenuhi kebutuhan produksi yang makin tumbuh serta untuk pengembangan sampel parfum buat koleksi produk berikutnya.

Dari sisi produksi, proses pembuatan parfum dilakukan di Surabaya, sedangkan pemeriksaan kualitas dan proses akhir dikerjakan secara manual di Bali. 

"Tiap bulan, biasanya kami memproduksi sekitar 150 botol sampai 250 botol parfum," katanya.

Mollia Scent menawarkan parfum dengan harga mulai dari Rp 75.000 hingga Rp 155.000 per botol. Untuk menjaga daya saing, Onik berencana menghadirkan dua hingga tiga varian baru setiap koleksi atau sekitar dua kali dalam setahun dengan mengikuti tren fesyen.

Di tengah pertumbuhan industri parfum lokal, Onik mengakui, masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya, ketersediaan bahan baku yang sempat membuat produk terlarisnya tidak bisa diproduksi satu bulan.

Melihat kendala itu, untuk tahun ini, Onik masih fokus melakukan uji pasar dan penyempurnaan produk parfumnya.

Barulah, tahun depan dia bakal melakukan ekspansi dan mematok pertumbuhan positif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS [Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI

[X]
×