kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.002,98   -5,31   -0.53%
  • EMAS991.000 1,02%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Begini Kesiapan Atome Hadapi Ancaman Resesi pada Tahun 2023


Rabu, 09 November 2022 / 17:13 WIB
Begini Kesiapan Atome Hadapi Ancaman Resesi pada Tahun 2023
ILUSTRASI. aplikasi Atome


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meski ancaman resesi sedang banyak dikhawatirkan oleh sejumlah negara, Indonesia disebut-sebut masih memiliki perekonomian yang cukup kuat.

Baru-baru ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melalui rilis yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan mengatakan bahwa ekonomi Indonesia dihadapkan pada berbagai perubahan yang cepat dan fundamental; mendorong kondisi perekonomian yang lebih stabil di tengah isu resesi global saat ini.

Salah satu faktor pendukung kondisi ini adalah adanya peningkatan daya konsumtif dan investasi masyarakat Indonesia pasca pandemi. Pulihnya konsumsi masyarakat ini juga didorong oleh perubahan pola gaya hidup masyarakat yang jadi terbiasa membeli kebutuhan secara online dan peralihan menggunakan sistem pay later sebagai metode pembayaran menurut hasil survei Katadata Insight Centre (KIC).

“Maraknya isu mengenai resesi secara tidak langsung membuat masyarakat Indonesia semakin jeli dalam mengatur pengeluarannya. Atome sendiri, yang baru saja masuk ke pasar Indonesia sejak tahun 2019 lalu, telah memiliki lebih dari 5 juta pengguna yang tersebar di seluruh Indonesia. Pertumbuhan pengguna Atome yang mencapai dua digit bahkan tiga digit per bulannya, membuktikan bahwa cukup besarnya antusias layanan pay later di Indonesia,” kata Winardi Wijaya, Country General Manager Atome dalam keterangannya, Rabu (9/11).

Baca Juga: Masih Diminati, Simak Sektor Startup yang Alami Kenaikan Pendanaan di Tahun Ini

Melihat angka pertumbuhan yang begitu cepat, menjadi salah satu bukti besarnya perubahan gaya transaksi masyarakat. Winardi menambahkan bahwa hal ini juga dapat membantu rencana pemulihan ekonomi pasca pandemi sehingga bisa direalisasikan dengan segera dan bahkan dapat memungkinkan negara kita menghindari terjadinya resesi.

Beberapa waktu lalu, pemerintah juga telah mengatakan bahwa pemulihan ekonomi saat ini tidak hanya didorong oleh tingginya daya konsumtif masyarakat namun juga oleh peningkatan angka edukasi dan literasi keuangan yang telah dilakukan oleh sejumlah pihak yang bergerak di industri ini. Masifnya edukasi akan layanan digital membuat masyarakat semakin paham akan opsi layanan keuangan yang mereka butuhkan dan mendorong besarnya angka transaksi dan permintaan di pasar keuangan.

“Layanan pay later menjadi salah satu opsi terbaik yang dapat dinikmati masyarakat di era sekarang ini. Dengan kemudahan yang ditawarkan oleh industri pay later, memungkinkan masyarakat untuk dapat tetap berinvestasi di tengah memenuhi berbagai kebutuhan bulanannya. Hal ini dapat direalisasikan dengan memanfaatkan layanan pay later yang memungkinkan masyarakat untuk mengontrol nominal pembayaran bulanan atas transaksi yang mereka lakukan tiap bulannya,” kata Winardi.

Dengan berbagai produk dan layanan yang ditawarkan, ditambah dengan edukasi yang tepat, Winardi yakin bahwa dengan adanya alternatif pembayaran BNPL dapat membuat Indonesia tidak masuk ke dalam jurang resesi karena turunnya daya beli masyarakat. Di sisi lain, layanan BNPL terbukti dapat membantu para pelaku usaha dalam menaikkan angka pembelian rata-rata (average basket size) pembeli sebesar 30% berdasarkan survei yang dilakukan bersama dengan ratusan merchant Atome.

“Atome telah menggandeng lebih dari 10.000 toko atau outlet baik secara offline ataupun online. Mitra yang telah masuk dalam ekosistem inipun beragam, dari pilihan kebutuhan gaya hidup, gawai, hingga kebutuhan rumah tangga dan travel. Melalui ekosistem ini, Atome mengakomodir kebutuhan masyarakat secara keseluruhan serta memberikan opsi pembayaran sebagai langkah investasi dalam menjaga pembukuan keuangan mereka tetap stabil setiap bulannya,” tambah Winardi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM) Supply Chain Management Principles (SCMP)

[X]
×