Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Markus Sumartomjon
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di sebuah sudut ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) di kawasan Sunter Jaya, Jakarta Utara, sekelompok ibu rumah tangga pernah mengikuti pelatihan membatik yang diselenggarakan pemerintah daerah.
Dari pelatihan sederhana itulah lahir sebuah usaha yang kini dikenal sebagai Batik Sunter Nirmala.
Di balik usaha batik tersebut hadir sosok Sri Sintawati, seorang dosen yang melihat peluang sekaligus misi sosial dalam pengembangan batik khas Jakarta.
"Berdiri tahun 2019 dari pelatihan membatik dari Sudin Parbud Jakarta Utara kepada ibu-ibu di RPTRA Nirmala Sunter Jaya. Setelah pelatihan, bermodal nekat, kami langsung menerima pesanan seragam batik," ujar Sri beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Berkreasi biar Bisa Keluar dari Mode Bertahan
Tak lama setelah usaha berjalan, pandemi Covid-19 datang dan mengubah banyak hal. Para perajin tetap mengerjakan pesanan dari rumah masing-masing dengan membawa peralatan membatik yang diperlukan. Pemasaran dilakukan secara sederhana, mengandalkan promosi dari mulut ke mulut dan media sosial.
Hasilnya pun tergolong positif. Batik Sunter Nirmala mulai mendapat perhatian. Ini tidak terlepas dari konsep batik tulis khas Jakarta yang menjadi ciri Batik Sunter Nirmala.
Kain batik yang dihasilkan kemudian dikembangkan menjadi berbagai produk, mulai dari busana, selendang, pashmina, hingga aneka kerajinan.
Untuk memperluas pasar, Sri berupaya menghadirkan desain yang lebih fleksibel dan modern. Busana dibuat tidak hanya untuk acara formal, tetapi juga dapat dikenakan untuk aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: Menjaring Fulus hingga Mancanegara
Selain mengembangkan produk, Batik Sunter Nirmala juga memiliki misi pemberdayaan masyarakat. Saat ini terdapat sekitar 10 ibu rumah tangga yang terlibat dalam proses produksi, mulai dari menjiplak motif ke kain, mencanting, hingga mewarnai.
Sementara untuk proses batik cap dikerjakan oleh satu tenaga khusus. Harganya berkisar antara Rp 350.000 hingga lebih dari Rp 1 juta per item, tergantung jenis, motif dan, teknik pembuatan.
Saat ini produk Batik Sunter Nirmala telah dipasarkan melalui media sosial dan tersedia di sejumlah galeri Dekranasda Jakarta. Selain melayani pembelian individu, usaha ini juga menerima pesanan khusus dari berbagai komunitas, lembaga, maupun instansi.
Baca Juga: Menyeruput Fulus dari Kedai Kopi Sunyi
Untuk memperluas pasar, Batik Sunter Nirmala aktif mengikuti berbagai pameran UMKM di Jakarta maupun daerah lain.
Menariknya, kegiatan usaha mereka tidak hanya berfokus pada produksi dan penjualan. Batik Sunter Nirmala juga rutin menggelar pelatihan dan kelas membatik bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat proses pembuatan batik tulis.
Ke depan, Sri optimistis peluang usaha batik masih terbuka lebar. Dukungan pemerintah terhadap UMKM serta meningkatnya minat masyarakat terhadap produk lokal menjadi modal penting bagi pengembangan usaha.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













