kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   16.000   0,56%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Fulus Ciamik dari Saban Hari Pakai Batik


Sabtu, 18 April 2026 / 07:15 WIB
Fulus Ciamik dari Saban Hari Pakai Batik
ILUSTRASI. Momen by Batik Trusmi (Dok/Batik Trusmi)


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Diversifikasi produk kerap dilakukan perusahaan untuk mengoptimalkan bisnis. Strategi itu dilakukan juga oleh salah satu produsen batik di kampung batik Trusmi, Cirebon.

Label batik yang dulu kerap memproduksi fesyen batik bercorak formal, kini mulai bervariasi. Target yang menjadi sasaran adalah para pekerja kantoran yang ingin menjadikan batik sebagai salah satu pakaian yang tren. 

Untuk itu, mulai tahun lalu, salah satu produsen batik meluncurkan label merek anyar, yakni Momen. Peluncuran merek itu berlangsung pada Minggu, pekan lalu (12/4) dalam acara peragaan busana. Salah satu produk Momen adalah Lucano Black Shirt yang ludes terjual dalam waktu singkat. 

Ibnu Riyanto, Founder Momen menjelaskan, kehadiran Momen dipicu oleh keresahan banyak orang yang merasa kurang percaya diri berpenampilan dengan memakai batik. 
Maka, Ibnu merancang motif batik Momen dengan desain yang beragam.

Baca Juga: Kisah Produk Daun Kelor Yang Sudah Tembus Pasar Global

Tujuannya adalah, setiap orang yang berasal dari beragam suku bisa tampil lebih percaya diri saat mengenakan batik Momen.

"Karena Momen ingin mengubah seseorang dengan mengubah penampilannya," tutur dia, belum lama ini.

Baca Juga: Madu Desa Pelawan yang Menyengat Pasar Global

Maklum, sebelum Ibnu merilis Momen secara resmi belum lama ini, ia sudah melakukan uji coba Momen pada ajang New York Fashion Week tahun lalu yang dibarengi dengan peluncuran motif batik seri Kantor kala itu. 

Ibnu mengklaim, ia menuai  hasil yang positif saat mengikuti ajang tersebut. Maka itu ia mulai menambah produk Momen lainnya. Ia mulai menambah produk jaket yang berlabel Momen.

Sedangkan untuk tahun ini, Ibnu juga meluncurkan motif pakaian kantoran ala Momen. Di motif tersebut, Ibnu berharap, agar aneka dan ragam motif batik dari Momen bisa menginspirasi pegawai kantoran untuk memakai kemeja batik Momen saban hari.

Baca Juga: Perjalanan Toko Munah: Dari Warung Rumahan hingga Jadi Mitra Strategis NNA

"Karena tagline kami adalah everyday is Momen," tuturnya.

Meski label itu baru genap satu tahun, namun hasilnya tergolong positif. Pemasaran dilakukan melalui pasar online dan juga lewat beberapa marketplace. Soal harga, batik Momen tergolong masih ramah di kantong, yakni dibanderol rata-rata sekitar Rp 300.000 sampai Rp 600.000 per satuan. 

Adapun produksi batik Momen berlangsung di Cirebon, Jawa Barat. Para perajin batik di kota tersebut dimanfaatkan Ibnu untuk menyokong laju produksi Momen.

"Tahun ini kami akan membuka pabrik lagi yang bisa mempekerjakan 2.000 pekerja," harapnya.

Hingga saat ini pemasaran utama Momen masih mengandalkan penjualan daring. Ibnu memasarkan produknya langsung di situs resmi dan juga di marketplace. Tak menutup kemungkinan, Ibnu membuka pintu pemasaran lewat gerai offline. 

"Kalau animonya bagus, kami bisa saja membuka gerai di daerah SCBD Jakarta atau bisa juga di Sarinah Jakarta," tutur dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×