kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   20.000   0,73%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Menjaring Fulus hingga Mancanegara


Sabtu, 30 Mei 2026 / 07:15 WIB
Menjaring Fulus hingga Mancanegara
ILUSTRASI. Kerajinan serat alam produksi Indo Risakti (Dok/Indo Risakti)


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Keinginan memiliki usaha sendiri mengantarkan Windu Sinaga dan istrinya ke bisnis kerajinan berbahan serat alam. Bersama sang istri, Windu mendirikan Indo Risakti di Bantul, Yogyakarta, pada 2012 silam.

Sebelum merintis usaha ini, Windu bekerja di perusahaan multinasional, sementara sang istri telah berkecimpung di industri furnitur selama sekitar 10 tahun. 

"Awalnya, saya dan istri hanya ingin support keluarga dan punya cita-cita memiliki usaha sebelum umur 40 tahun," ujarnya kepada KONTAN, Senin (25/5).

Baca Juga: Menyeruput Fulus dari Kedai Kopi Sunyi

Adapun alasannya terjun ke usaha kerajinan lantaran melihat potensi dari material alami Indonesia dan kerajinan tangan lokal yang memiliki nilai jual tinggi di pasar internasional. Untuk itu, Windu langsung mengarahkan Indo Risakti fokus di  produk home decor dengan bahan serat alam dan material daur ulang.

Produk yang mereka produksi adalah keranjang, kotak hias, dekorasi dinding, cermin, aksesori lampu, dan produk dekoratif lainnya.

Lantaran mengedepankan kerajinan tangan dan material alami, Indo Risakti menyasar segmen menengah hingga premium, dengan rentang harga mulai Rp 200.000 per item. 

Baca Juga: Menjahit Fulus dari Hijab Khusus Anak

Semua produk, menurut Windu, ia desain sendiri. Kemudian, dari desain ini, untuk proses produksinya menjalin kerjasama dengan para perajin lokal. 
Laiknya usaha lainnya, Windu juga memanfaatkan pemasaran digital. Hasilnya, pasar global tembus.

Di awal usaha, Windu baru melayani ekspor ke dua negara saja. Namun, seiring berjalannya waktu dan keunikan produk home decor yang ia buat, pasar ekspor pun semakin meluas.

Baca Juga: Dari Sampah Plastik Bisa Tercipta Produk Bernilai

Kini, produk Indo Risakti telah menembus 10 negara. Yakni Amerika Serikat (AS), Belanda, Prancis, Korea Selatan, Afrika Selatan, Uni Emirat Arab, Qatar, Inggris, Swedia, dan Singapura.

Dari sisi penjualan, kapasitas ekspor yang semula hanya sekitar satu kontainer per bulan, sekarang meningkat menjadi rata-rata tiga sampai empat kontainer saban bulan. 

Keberlangsungan usaha Indo Risakti didukung oleh 20 karyawan internal dan lebih dari 300 perajin lokal. Jumlah ini meningkat dibanding tahun-tahun awal usaha Indo Risakti yang hanya bermitra dengan sekitar 50 perajin.

Baca Juga: Memadukan Anyaman dan Limbah Kulit

Melihat hasil tersebut, Windu bersiap untuk memperluas pasar Indo Risakti. Tahun ini, fokusnya adalah memperluas pasar ekspor. 

"Kami berharap, tidak hanya mengandalkan pasar ekspor mainstream seperti AS, tapi juga negara-negara potensial lainnya di tahun ini," ungkap Windu.

Untuk mengejar target tersebut, dia bakal memperkuat pemasaran digital. Selain itu, ia juga akan membangun gudang dan showroom milik sendiri yang tahun-tahun yang sebelumnya masih sewa.

Rencana lainnya ialah, mengembangkan tim desain agar lebih responsif terhadap pasar dan eksplorasi material alami yang lebih berkelanjutan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×