Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Markus Sumartomjon
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengalaman pribadi biasanya kerap menjadi ide berusaha. Inilah yang dilakoni oleh Fachrul Rozi Lubis saat mendirikan PT Keloria Moringa Jaya, produsen produk olahan berbahan dasar daun kelor.
Berawal dari usaha rumahan di Kota Medan, Sumatera Utara, Fachrul merintis usaha Keloria Moringa sejak 2018. Ide untuk mengembangkan usaha tersebut berawal dari pengalaman pribadinya saat menderita sakit saraf pada tahun 2015.
Kala itu, kakak dan adik ipar Fachrul yang berprofesi sebagai dokter menyarankan untuk mengonsumsi daun kelor. Kemudian, Fachrul bersama keluarganya melakukan riset hingga mendalami jurnal-jurnal ilmiah tentang manfaat, cara pengolahan dan konsumsi daun kelor.
Setelah sembuh dari sakit, racikan daun kelor tersebut diburu oleh orang-orang terdekat.
"Keluarga, handai tolan dan tetangga mulai meminta dibuatkan hasil dari produksi kami. Maka kami pun berpikir untuk membuatnya jadi bisnis," ungkap Fachrul kepada KONTAN Jumat (10/4).
Baca Juga: Cuan Gurih dari Camilan Khas Tasikmalaya
Pada 2019, Fachrul mulai mengurus perizinan usaha serta sertifikasi yang diperlukan, seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta halal.
Fachrul mengenang, pada tahun yang sama, Keloria Moringa Jaya mengikuti pameran Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang diadakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Sumatera Utara.
Kala itu, stan Keloria Moringa Jaya didatangi pembeli dari Jerman yang tertarik dengan produk olahan kelor. Hanya saja, saat itu Fachrul dan kolega belum sanggup untuk memenuhi permintaan si calon pembeli.
Baca Juga: Menangguk Untung dari Roti Tanpa Pengawet
Namun dirinya mendapat masukan untuk roduksi produk olahan sesuai standar global.
"Dari sanalah kami terus mengembangkan usaha," tuturnya.
Baca Juga: Perjalanan Toko Munah: Dari Warung Rumahan hingga Jadi Mitra Strategis NNA
Hasilnya, tahun 2022, PT Keloria Moringa Jaya melakukan ekspor perdana hasil pengolahan daun kelor ke Singapura dan Australia. Malah pasar ekspor justru menjadi penopang utama usaha Keloria Moringa.
Sekitar 80% kontribusi pendapatannya dari pasar ekspor. Saban bulan, Keloria rutin ekspor ke Australia. Negara tujuan ekspor lainnya adalah Hungaria, Brunei Darussalam, Malaysia, Amerika Serikat, dan Belgia.
Baca Juga: Dari Limbah Menuju Ekspor ke 50 Negara
Keloria Moringa pun akan terus memperluas pasar ekspor. Saat ini, Keloria Moringa menjajaki ekspor ke Rusia. Target pasar berikutnya adalah Jerman, Inggris dan Belanda. Keloria Moringa juga menyasar pasar Amerika Utara.
Guna melancarkan ekspansi ekspor, Keloria Moringa mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, salah satunya Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).
Adapun produk yang dijajakan Keloria antara lain; teh kelor, tepung daun kelor, minyak biji kelor dan lainnya, yang harganya mulai Rp 6.000 hingga Rp 350.000.
Tahun 2024, omzet Keloria tembus Rp 1,2 milar setahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













