Reporter: Leni Wandira | Editor: Markus Sumartomjon
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tidak sedikit pekerja formal yang memutuskan terjun ke lapangan usaha untuk bisa meningkatkan derajat kehidupan. Salah satunya, Hendri Rohmawan saat mendirikan usaha dengan merek Om Kebab.
Saat masih menjadi karyawan sebuah perusahaan di Jakarta, Hendri merasakan pendapatannya tidak bakal mampu untuk membeli aset di Ibu Kota RI. Untuk itu, dia pun memutuskan untuk mendirikan usaha sendiri.
"Saya harus mencari penghasilan lebih besar, karena memiliki tanggungjawab terhadap keluarga," katanya kepada KONTAN belum lama ini.
Baca Juga: Berkreasi biar Bisa Keluar dari Mode Bertahan
Pilihan pun jatuh pada bisnis kuliner, yakni kebab yang kala itu tengah marak di Jakarta dan sekitarnya. Hendri langsung belajar dari seorang teman yang sudah berkiprah di usaha ini.
Dengan modal Rp 8 juta, Hendri mulai membuka gerai kebab dengan label Om Kebab. Tak seperti bisnis kebab lainnya yang banyak menempati di ruko, ia memilih lokasi di pinggir jalan untuk meminimalisir biaya operasional.
Baca Juga: Menyeruput Fulus dari Kedai Kopi Sunyi
Untuk merekrut karyawan, dia memilih yang sudah punya pengalaman mengoperasikan gerai kebab. Adapun untuk penghasilan, Hendri memilih sistem bagi hasil dengan para karyawan untuk bisa menumbuhkan rasa semangat dalam bekerja.
Hasilnya pun mulai terlihat. Bahkan, saat pandemi Covid-19 melanda, usaha Om Kebab bisa bertahan. Meski, ia mengakui, sempat terjadi penurunan omzet.
Baca Juga: Menjaring Fulus hingga Mancanegara
Usaha yang dimulai Januari 2020 tersebut, kini sudah punya 15 cabang yang tersebar di wilayah Jakarta, terutama Jakarta Barat dan Jakarta Pusat. Lokasinya antara lain berada di Kebon Jeruk, Kemanggisan, Kelapa Dua, dan Petamburan.
Dan terbaru, di Juni tahun ini, Hendri membuka cabang baru Om Kebab di daerah Kebayoran Baru.
Baca Juga: Dari Sampah Plastik Bisa Tercipta Produk Bernilai
Dengan jumlah karyawan sebanyak 15 orang, Hendri kini sanggup meraup omzet mendekati angka Rp 400 juta per bulan. Potensi omzet usahanya bakal terus bertambah, seiring dengan mulai perkembangan jumlah cabang dari Om Kebab.
Maklum, Hendri punya target: jumlah gerai Om Kebab hingga akhir tahun ini bisa mencapai 30 gerai hingga 50 gerai. Adapun lokasinya bakal ia perluas, tak hanya di Jakarta, tetapi juga menyebar hingga Tangerang dan Bekasi.
Supaya target tersebut bisa cepat terealisasi, Hendri tengah melengkapi persyaratan usaha. Mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikat halal. Ia berharap, seluruh perizinan usaha bisa segera rampung, agar memudahkan pengembangan bisnis ke depan.
Selain ekspansi gerai Om Kebab, Hendri juga mulai menyiapkan strategi pemasaran digital. Selama ini, bisnisnya lebih banyak mengandalkan penjualan secara offline. Untuk itu, dia berencana memperkuat promosi via media sosial.
Lewat berbagai upaya tersebut, Hendri pun menargetkan bisa meraup omzet hingga Rp 1 miliar dalam beberapa tahun ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













