kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45907,67   -0,77   -0.08%
  • EMAS935.000 1,08%
  • RD.SAHAM 0.83%
  • RD.CAMPURAN 0.50%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Kegemaran gowes Singgih Susilo Karyono membuahkan cuan sepeda bambu


Sabtu, 20 Maret 2021 / 06:05 WIB
Kegemaran gowes Singgih Susilo Karyono membuahkan cuan sepeda bambu
Tri Wahyuni dan Singgih Kartono, founder sepeda bambu Spedagi.

Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bagi penggemar sepeda, nama Spedagi sudah tidak asing laagi. Inilah merek sepeda lokal yang keistimewaaan tersendiri ketimbag sepeda yang kerap berseliweran di mana-mana.

Kekhasan Spedagi terletak di bahan baku pembuatan kerangka sepeda yang bukan berasal dari logam atau alumuninium, tetapi dari bamboo, sepeda nama kerennya adalah sepeda bambu.

Nah, ide Singgih Susilo Karyono memproduksi sepeda bambu berawal dari saat dirinya melihat foto sepeda bambu buatan orang Amerika Serikat di internet.

Melihat foto itu, dia tergugah untuk membuat sepeda bambu. Apalagi di daerah asalnya, Temanggung, Jawa Tengah, banyak terdapat pohon bambu.

Jagoan Lokal Joglo Semar - Bangga Buatan Indonesia

Pria lulusan desain produk dari Institut Teknologi Bandung (ITB) ini pun mulai merancang sepeda bambu.

Untuk menyusun kerangka sepeda tersebut, ia terinspirasi dari struktur tusuk pada atap rumah yang juga terbuat dari bambu belah kemudian ditangkup dan dipaku. Dengan begitu, batang bambu belah akan menjadi lebih kaku.

Struktur tusuk pada atap rumah inilah yang digunakan Singgih untuk konstruksi sepeda bambu buatannya. Jenis bambu belah dia pilih lantaran punya karakter lebih kuat dan besar. Dari satu batang bambu betung, ia bisa menghasilkan 10 kerangka sepeda bambu.

Tahun 2014, Singgih resmi membangun usaha sepeda bambu dengan label Spedagi, singkatan dari sepeda pagi. Rupanya, bersepeda di pagi hari merupakan olahraga yang ia gemari bersama sang istri, Tri Wahyuni.

Nah, sepeda bambu buatan Spedagi ini rupanya kian mendapat perhatian masyarakat luas. Beragam penghargaan internasional pun diraih. Misalnya, Bronze Award di ajang Design for Asian Award.

Melihat Spedagi makin eksis, Tri Wahyuni, berniat memasarkannya ke pasar ekspor. Langkah ini dilakukan setelah memaksimalkan penjualan di pasar lokal. Rencana tembus pasar global ini setelah ia melihat sepeda bambu besutannya ternyata menarik perhatian para warga negara asing yang tinggal di ibukota dan kerap mengirim sepeda bambu ke negaranya.

Oh iya, selain sepeda bambu, Singgih juga produsen radio kayu dengan merek Magno.

Jagoan Lokal - Joglo Semar: Liputan Bangga Buatan Indonesia merupakan liputan bersama KONTAN, KOMPAS, Kompas.com dan Kompas TV untuk mendukung kemajuan UMKM Indonesia.

Selanjutnya:

 

 




TERBARU
Kontan Academy
(VIRTUAL) NEGOTIATION FOR EVERYONE Batch 2 Panduan cepat Strategi Pemasaran Berbasis KPI

[X]
×