kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Tren gowes membuat bisnis sepeda bambu Spedagi kembali berputar


Sabtu, 20 Maret 2021 / 05:55 WIB
Sepeda berbahan bambu Spedagi.


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Salah satu olahraga yang naik daun di masa pandemi virus korona adalah bersepeda. Gowes yang marak mendatangkan cuan buat para pembuat sepeda. Tak cuma produsen besar, juga pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang membuat kereta angin.

Spedagi, salah satunya. Namun, ada yang istimewa dari sepeda buatan Spedagi. Usaha yang dibangun Singgih Susilo Kartono ini terbilang istimewa.

Biasanya, sepeda terbuat dari besi atau aluminium. Tapi, di tangan pria asal Kandangan, Temanggung, Jawa Tengah, ini sepeda terbuat dari bambu.

Sepeda bambu, begitu label dari produk yang Spedagi tawarkan, ternyata juga laris manis di masa pandemi virus korona.

Jagoan Lokal Joglo Semar - Bangga Buatan Indonesia
Jagoan Lokal Joglo Semar - Bangga Buatan Indonesia

Menurut Tri Wahyuni, Penanggungjawab Spedagi sekaligus istri Singgih, kepada Kontan.co.id Jumat (19/3), tren gowes di masa pandemi membuat roda bisnis Spedagi yang sempat tertahan dalam tiga bulan awal pandemi kembali berputar.

Di saat banyak pebisnis lain yang tumbang, justru penjualan sepeda bambu Spedagi terus melaju tanpa rem. Perputaran bisnis yang mulai kembali bergulir itu terjadi pada Juni tahun lalu. Kegiatan produksi sepeda bambu Spedagi pun terus berputar hingga kini.

Dalam satu bulan, Spedagi bisa memproduksi 15 kerangka sampai 20 kerangka sepeda bambu. Harga kerangka sepeda bambu berkisar Rp 3,4 juta hingga Rp 4,75 juta per unit, tergantung dari model kerangka atau frame sepeda bambu yang konsumen pilih. Hanya, jenis frame yang paling laris adalah tipe mini fallow, road bike, dan mountain bike atau sepeda gunung.

Para pembeli sepeda bambu Spedagi memang mayoritas membeli kerangka saja. Meski begitu, ada juga pembeli yang membeli sepeda bambu utuh alias lengkap buatan Spedagi. Untuk menebus sepeda bambu komplet buatan Spedagi, konsumen harus merogoh kocek hingga Rp 7 juta.

Jagoan Lokal-Joglo Semar: Liputan Bangga Buatan Indonesia merupakan liputan bersama KONTAN, KOMPAS, Kompas.com dan Kompas TV untuk mendukung kemajuan UMKM Indonesia.

Selanjutnya:

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS Inventory Management: From Chaos to Control

[X]
×