kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.012.000   68.000   2,31%
  • USD/IDR 16.905   -13,00   -0,08%
  • IDX 8.272   -2,31   -0,03%
  • KOMPAS100 1.164   0,60   0,05%
  • LQ45 835   1,00   0,12%
  • ISSI 295   -1,17   -0,39%
  • IDX30 437   0,09   0,02%
  • IDXHIDIV20 522   2,39   0,46%
  • IDX80 130   0,02   0,01%
  • IDXV30 143   -0,62   -0,43%
  • IDXQ30 140   0,46   0,33%

Kehangatan Cuan dari Produk Selimut untuk Bayi


Sabtu, 21 Februari 2026 / 06:15 WIB
Kehangatan Cuan dari Produk Selimut untuk Bayi
ILUSTRASI. Bisnis Sleepsack Ade Ismi Darmayani (Dok/Ade Ismi Darmayani)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berangkat dari pengalaman pribadi sebagai seorang ibu, Ade Ismi Darmayani membangun usaha pakaian tidur anak dengan merek Doodlebaby, yang kini tumbuh stabil di pasar ibu dan anak.

Usaha yang dia rintis sejak 2022 ini lahir dari keresahan sederhana: sulit menemukan sleepsack untuk bayi yang aman, nyaman, dan dengan harga terjangkau.

Perempuan 33 tahun ini menuturkan, sleepsack alias selimut bayi direkomendasikan sebagai pengganti selimut lembaran karena lebih aman dan bisa menurunkan risiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS). 

"Ketika cuti melahirkan, akhirnya saya memberanikan diri membuat brand sleepsack dengan nama Doodlebaby," ujar Ismi kepada KONTAN belum lama ini.

Baca Juga: Memacu Kinerja Cuan Melalui Aditif Suplemen Mesin

Dia berkisah, dengan  modal Rp 500.000 saja dan tanpa latar belakang fesyen, memulai penjualan lewat Instagram dan marketplace dengan sistem pre-order.

Pesanan awal tercatat masih sangat terbatas. Di bulan pertama, hanya terjual 9 lembar, naik menjadi 30 lembar di bulan kedua, lalu melonjak tiga kali lipat jadi 90 lembar.

Pertumbuhan berlanjut hingga akhirnya menembus 1.000 lembar per bulan, membuat Doodlebaby mampu beralih dari sistem pre-order ke stok siap jual.

Pada 2023, Ismi mengambil keputusan besar: mengundurkan diri dari pekerjaannya di salah satu BUMN pariwisata setelah sembilan tahun berkarier, dan fokus penuh membesarkan bisnis ini sebagai mompreneur.

Baca Juga: Merancang Fulus dari Sepatu Bot Artisan

Saat ini, Doodlebaby masih berada dalam skala UMKM yang berkembang. Produksi secara bertahap mengikuti permintaan pasar dengan pengawasan kualitas ketat, mengingat produk digunakan langsung oleh bayi dan ibu

Tim inti Doodlebaby kini berjumlah 11 orang, mencakup bagian produksi, pemasaran, bisnis, dan keuangan. Ismi juga melibatkan warga di sekitar tempat tinggalnya di salah satu wilayah Jakarta Selatan sebagai bagian dari rantai produksi, sejalan dengan komitmen pemberdayaan komunitas lokal.

Baca Juga: Mencecap Fulus dari Produk Mentega Ala Eropa

Untuk memperkuat fondasi bisnis, pada 2024, Ismi mendirikan PT Alima Cita Mulia sebagai induk usaha yang menaungi Doodlebaby sekaligus lini produk lainnya. Produk selimut bayi dia banderol seharga Rp 149.000–Rp 279.000 per lembar. Sementara sleepwear anak mulai Rp 99.000.

Selanjutnya, Ismi juga mengembangkan Minomiko, label yang menyasar kebutuhan ibu hamil, melahirkan, dan menyusui. Produk Minomiko, seperti homedress dan modest wear dipasarkan di rentang harga Rp 100.000–Rp 229.000 per unit.

Adapun untuk penjualan, Ismi mengandalkan jalur offline yang bermitra dengan toko perlengkapan bayi serta kanal online. Hasilnya, rata-rata Doodlebaby meraup omzet Rp 100 juta sampai Rp 150 juta per bulan.

Malah tahun lalu sempat mengirim produk ke Malaysia. Dus, Ismi berupaya mengembangkan usaha lewat perluasan pasar dan produk

Selanjutnya: RI-AS Teken Perjanjian, Stop Impor Tetap Jalan

Menarik Dibaca: Ucapan HUT BCA ke-69, Berkesan dan Beri Inspirasi Kreatif

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×