kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Kemitraan Bola Ubi Raos memangkas investasi demi gaet mitra


Sabtu, 11 Januari 2020 / 12:00 WIB
Kemitraan Bola Ubi Raos memangkas investasi demi gaet mitra

Reporter: Venny Suryanto | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. bisnis camilan menjadi salah satu usaha kuliner yang masih banyak peminatnya. Tak heran jika ada banyak ragam usaha kuliner camilan yang bermunculan. Baik yang mengandalkan makanan ala luar negeri atau yang setia dengan bahan baku lokal, salah satunya adalah ubi.

Ada satu camilan dari umbi yang masih eksis hingga kini. Yaitu bola ubi. Makanan ringan yang berbentuk bola ini punya cita rasa legit dan manis. Tak heran jika masih ada konsumen yang doyan terhadap salah satu makanan tradisional tersebut.
Inilah yang membuat laju usaha bisnis camilan bola ubi masih berjalan hingga kini. Salah satunya Bola Ubi Raos yang dimiliki oleh Gabriele Nydia. Kalau pada tahun lalu, jumlah gerai Bola Ubi Raos masih sekitar 15 gerai, kini jumlahnya sudah mencapai 32 gerai yang tersebar di sejumlah tempat. Gerai ini tersebar di Jabodetabek, Yogyakarta, Surabaya, Jambi, Makassar, dan Singkawang.
Rupanya, salah satu kiat Bola Ubi Raos bisa berkembang pesat adalah berkat tawaran kemitraan usaha yang sudah dijalankan sejak 2017. Awalnya, Gabriele Nydia mendirikan gerai Bola Ubi Raos di Surabaya pada 2016. Dan saat ini jumlah gerai miliknya sudah mencapai 10 gerai. Saat itu nilai paket investasi bagi mitra masih sebesar Rp 15 juta.
Kini paket investasi turun menjadi Rp 6,5 juta dan Rp 8,5 juta yang terjangkau oleh mitra, sehingga gerai Bola Ubi Raos bertambah banyak.Oh iya, paket kemitraan tersebut berlaku selamanya dan tanpa biaya royalti.
 
Gabriele menjelaskan alasan berubah harga itu karena sebelumnya memakai brand ambasador agar lebih cepat dikenal. Tapi brand ambasador ini bermasalah, pada 2018.  Sejak itu, "Jadi paketnya sudah berubah sejak 2018, saya pakai harga asli sekarang Rp 6,5 juta dan Rp 8,5 juta," katanya.
 
Adapun fasilitas yang didapat selain booth adalah peralatan masak lengkap, celemek, pelatihan karyawan, promosi, kemasan, bahan baku awal sebanyak 300 butir bola ubi, dan bahan baku isian sekaligus topping semua varian masing-masing sekitar 250 gram.
 
Setelah berjalan, mitra wajib membeli bahan baku utama dari pusat seperti ubi, topping dan kemasan secara rutin. Isian tersebut berguna untuk bisa membuat varian menu bola ubi. Seperti rasa original, teh hijau, tiramisu, coklat, dan keju susu. 
 
Setelah beroperasi, mitra bisa menjajakan bola obi sekitar Rp 13.000 per porsi sampai Rp 18.0000 per porsi. Satu porsi berisi 10 buah bola ubi. Dengan varian menu tersebut,  Gabriele menargetkan mitra bisa menjual sekitar 50 porsi sampai 70 porsi per harinya atau bisa mengantongi omzet hingga Rp 30 juta per bulan.
 
Dengan hitungan target tersebut, ia memastikan mitra akan segera balik modal hanya dalam waktu dua bulan sampai tiga bulan saja. "Net profit per porsi sekitar Rp 7.000 sampai Rp 9.000," katanya.
 
Lewat hitungan ini, ia optimistis usaha bola ubi menjanjikan. Makanya ia targetkan jumlah mitra bisnis dari Bola Ubi Raos bisa mencapai 100 mitra sampai akhir tahun ini.




TERBARU

Close [X]
×