kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45866,25   0,74   0.09%
  • EMAS918.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.32%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Kopi Tuku andalkan penjualan digital di masa pandemi


Sabtu, 11 September 2021 / 10:15 WIB
Kopi Tuku andalkan penjualan digital di masa pandemi

Reporter: Bidara Pink | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi Covid-19 membuat banyak pelaku usaha harus memutar otak supaya bisa bertahan. Bahkan kalau bisa, laju bisnis bisa berkembang di tengah pandemi.
Inilah yang Maka Group lakukan sebagai pengelola jaringan kedai kopi Toko Kopi Tuku. Andanu Prasetyo, Chief Executive Officer Maka Group sekaligus Founder Toko Kopi Tuku, tidak patah arang menghadapi pandemi Covid-19 yang memukul bisnis kedai kopi.

Tyo, sapaan akrabnya, malah menjadikan pandemi virus korona sebagai sebuah tantangan dan dorongan untuk mencari celah guna keluar dari krisis bahkan melebarkan sayap usaha. "Ini jadi exit point. Harus bergerak karena kepepet ada pandemi. Ini adalah dorongan dari Tuhan untuk berjuang," ujarnya, Kamis (9/9).

Di masa pandemi, Tyo mengungkapkan, para pengusaha terutama pelaku UMKM seperti dirinya harus tekun dalam menjalankan bisnis. Menurutnya, fokus pelaku usaha jangan hanya mendapatkan penghasilan sebesar-besarnya. Tetapi, bagaimana bisa bertahan di tengah pandemi.

Baca Juga: Hadapi resesi, ini yang dapat dikembangkan perusahaan di Indonesia

Karena itu, dia menyarankan pengusaha jangan terlalu serakah. Justru, langkah yang harus pebisnis lakukan adalah mengembangkan usaha secara bertahap, dengan memanfaatkan peluang sekecil apapun, apalagi saat pandemi.

Salah satu terobosan yang Tyo lakoni untuk mempertahankan bisnisnya adalah dengan memanfaatkan platform digital. Sebab, selama pandemi, mobilitas masyarakat menjadi terbatas. Alhasil, platform digital bak oase di padang gurun. Meski begitu, digitalisasi sedang masif di dunia bisnis.

Tapi, keberadaan platform digital jangan pelaku usaha terima mentah-mentah begitu saja. Mereka juga harus mampu menguasainya, seperti bagaimana cara yang jitu memasarkan produk dengan memanfaatkan platform digital.

Lalu, bagaimana cara menggaet konsumen untuk memesan secara daring,   plus kesiapan diri dalam menerima banjir order.

Baca Juga: Tren bisnis kedai kopi masih harum (bagian 3)

Belum lagi, biasanya produk yang sudah masuk platform digital lebih berani dalam memberikan potongan harga atawa diskon. Bisa dalam rangka event tanggal cantik, diskon dari tokonya sendiri, maupun potongan harga dari e-commerce.

"Nah, ini harus disiapkan. Jangan sampai, platformnya sudah ada, tetapi kita tidak siap. Misalnya, tiba-tiba pesanan datang dalam jumlah banyak, terus kaget. Jangan seperti itu," kata Tyo.

Selain mengoptimalkan layanan digital, Tyo  juga berencana memperluas jangkauan pasar. Selama ini, Toko Kopi Tuku berada di area Jakarta dan sekitarnya, seperti Tangerang hingga Bekasi. Nah, dalam waktu dekat, dia akan membuka cabang baru di Surabaya.

Tak hanya itu, inovasi produk juga tetap Tyo jalankan. Ia tengah menyiapkan menu baru berupa makanan kecil yang nantinya akan mengusung nama Tukudapan. Kudapannya  bernuansa lokal.          

Selanjutnya: Menggeluti bisnis kopi meski bukan penggemar kopi

 




TERBARU

[X]
×