kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45894,52   -1,37   -0.15%
  • EMAS943.000 -0,21%
  • RD.SAHAM -0.21%
  • RD.CAMPURAN 0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.11%

Langkah Paper.id melipat gandakan pertumbuhan bisnis lewat ekspansi user


Sabtu, 05 Juni 2021 / 11:00 WIB
Langkah Paper.id melipat gandakan pertumbuhan bisnis lewat ekspansi user


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Masa pandemi virus korona rupanya membawa berkah bagi Paper.id, startup yang khusus melayani pengelolan bisnis usaha secara digital. Sebab, layanan digital amat pebisnis butuhkan di masa pandemi Covid-19, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Lewat layanan yang disediakan Paper.id, para pebisnis bisa mengelola usaha secara digital. Mulai dari pembuatan tagihan (invoice), pencatatan laporan akuntansi, pembayaran, hingga pengelolaan stok. 

Tak ayal, pengguna Paper.id di masa pandemi langsung melesat pesat. Menurut Jeremy Limman, Co-Founder dan Chief Executive Officer Paper.id, perkembangan pengguna platformnya terbilang agresif. Jumlah pengguna aplikasi besutan startup yang mulai beroperasi di 2016 itu baru 80.000 pada awal 2020. Tetapi, di akhir 2020, pengguna Paper.id meroket jadi 200.000. 

Jumlahnya semakin bertambah memasuki 2021. "Dan, di posisi saat ini, jumlah pengguna kami sudah  hampir 250.000 pengguna. Dan masih terus tumbuh karena solusi digital yang ditawarkan Paper.id dibutuhkan di masa pandemi," kata Jeremy ke KONTAN.

Baca Juga: Ekspansi Pasarmu.id memberikan layanan digital berbelanja di pasar tradisional

Para pengguna Paper.id adalah UMKM dengan ragam bidang usaha. Ada sektor consumer goods, makanan dan minuman, hingga jasa seperti fotografi dan wisata.  "Mayoritas 40% pengguna adalah di bidang consumer goods," ungkap dia. 

Lonjakan pengguna Paper.id tidak terlepas dari layanan yang platform ini berikan. Misalnya, untuk layanan penagihan. Sejauh ini, Paper.id sudah menerbitkan sebanyak dua juta dokumen penagihan dengan total tagihan per akhir Februari lalu hampir Rp 15 triliun.

Sedangkan untuk tiga bulan terakhir, Jeremy mengungkapkan, Papaer.id rata-rata bisa mengelola penagihan rata-rata hampir Rp 2 triliun per bulan. 

Selain itu, Paper.id juga menjembatani pelaku UMKM yang membutuhkan modal. Sebab, startup ini sudah menjalin kerjasama dengan sebuah lembaga jasa keuangan yang menjadi agregator pembiayaan. Total modal yang disiapkan mencapai  Rp 100 miliar.  Sayang, para pengguna Paper.id belum banyak memanfaatkan fasilitas tersebut.

Meski begitu, dengan layanan yang ada saja, pertumbuhan bisnis Paper.id meroket tajam. Jeremy mengklaim, Paper.id mengalami pertumbuhan pendapatan hingga tujuh kali lipat di tahun lalu. Sayang, ia tidak memerinci besarannya. 

Melihat hasil tersebut, Jeremy pun memasang target serupa untuk tahun ini. Yakni, Paper.id bisa mencapai pertumbuhan bisnis hingga tujuh kali lipat. 

Supaya target itu tercapai, berbagai cara Paper.id lakukan. Misalnya, memperbanyak jumlah pengguna hingga mencapai 500.000 user di akhir tahun nanti. Pengguna yang mereka sasar adalah di bidang consumer goods serta logistik.

Upaya bisnis ini juga sebagai langkah untuk menarik modal yang Paper.id rencanakan mulai kuartal dua.

Selanjutnya: Rencana bisnis Hangry yang semakin lapar setelah mendapat suntikan modal

 




TERBARU
Kontan Academy
Panduan Cepat Maximizing Leadership Sukses Presentasi: Presentasi Online Yang Tidak Membosankan Batch 2

[X]
×