kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45737,15   -5,22   -0.70%
  • EMAS1.016.000 0,20%
  • RD.SAHAM -0.06%
  • RD.CAMPURAN -0.43%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Mau bisnis kopi dan boba sekalian, bisa jajal di Boros Boba & Coffee


Sabtu, 21 Maret 2020 / 11:00 WIB
Mau bisnis kopi dan boba sekalian, bisa jajal di Boros Boba & Coffee

Reporter: Venny Suryanto | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Selain kopi kekinian, minuman boba hingga kini masih menjadi daya tarik tersendiri bagi banyak kalangan, terutama kaum milenial. Apalagi hingga kini makin banyak pebisnis minuman asal Taiwan ini yang mencoba peruntungan di pasar domestik. 

Salah satunya adalah Boros Boba & Coffee asal Bekasi, Jawa Barat. Gerai ini baru berjalan sejak November 2019. Hingga kini sudah ada tiga gerai yang beroperasi di sekitar Bekasi. 
 
Sesuai dengan namanya, gerai Boros Boba & Coffee sendiri menyajikan menu minuman boba yang menjadi ciri khas gerai ini, yakni ada campuran kopi di salah satu menunya yakni fresh milk boba. Hasilnya, sang pemilik, Muhammad Gunawan mengklaim bahwa laju bisnis di gerai minuman boba miliknya terbilang positif. 
Melihat dari hasil tersebut, dirinya langsung membuat penawaran kemitraan usaha pada awal tahun ini, tepatnya mulai Januari 2020. "Kami memang baru menawarkan waralaba," katanya kepada KONTAN belum lama ini (12/3).

Baca Juga: Menyeduh fulus dari kopi dan aneka minuman kekinian

Setelah berjalan hampir tiga bulan, Gunawan menyatakan hingga kini memang belum ada mitra yang bergabung. Namun dirinya tetap optimistis gerai Boros Boba & Coffee bakal menarik minat mitra usaha. Ia pun optimistis bisa menggaet banyak mitra bisnis. "Target kami adalah bisa menarik mitra sebanyak-banyaknya," katanya tanpa merinci lebih lanjut.
Bagi yang berminat, Gunawan membuat dua paket kemitraan Boros Boba & Coffee.  Pertama, adalah paket konsep booth dengan nilai Rp 60 juta. Paket kedua adalah konsep kedai dengan nilai Rp 100 juta. Dua paket tersebut menyediakan ragam fasilitas usaha lengkap. Ada mesin kopi, perlengkapan dan peralatan kopi, mesin kasir, banner, kaos karyawan, serta bahan baku awal.
 
Tidak ada perbedaan yang berarti diantara kedua paket kemitraan tersebut. Perbedaan hanya ada pada bahan baku awal yang didapat mitra bisnis. Untuk paket booth akan mendapat bahan baku awal untuk 1.000 cup, sedangkan di paket kedai bisa mencapai 2.000 cup. 
 
Saat beroperasi, mitra tetap wajib membeli bahan baku ke pusat, yakni biji kopi dan bahan minuman lainnya serta cup. "Untuk susu segar, mitra bisa membeli sendiri," tambahnya.
 
Di gerai Boros Boba & Cofee sendiri memang tersedia beragam menu minuman kopi dan non kopi dengan tiga topping utama, ada boba, regal dan oreo. Harganya mulai dari Rp 16.000 sampai Rp 20.000 per cup. Adapun harga topping rata-rata Rp 5.000.
 
Dengan varian menu kopi dan boba yang jadi andalannya, Gunawan optimistis mitra bisnis bisa balik modal antara empat bulan sampai enam bulan saja. Syaratnya, mitra bisa menjual hingga 100 cup per hari, atau minimal mendapat Rp 2 juta per hari. "Net profitnya hampir 90%," klaimnya.
 
Erwin Halim, pengamat waralaba dari Proverb Consulting masih menilai bisnis minuman boba masih potensial hingga kini. Namun yang perlu menjadi perhatian pebisnis adalah jumlah pemain yang semakin banyak. Ia pun khawatir bisnis minuman boba ini jadi bisnis musiman saja, alias tidak tahan lama. 
 
Untuk antisipasi, ia sarankan mitra terus berinovasi menu dan mencari lokasi usaha yang strategis.



TERBARU

[X]
×