kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.315.000 0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Memberdayakan tetangga dengan memproduksi dodol


Kamis, 20 Desember 2012 / 15:54 WIB
Memberdayakan tetangga dengan memproduksi dodol
ILUSTRASI. Ketahui Manfaat Soybean Oil Untuk Perawatan Kecantikan Kulit


Sumber: Kontan 20/12/2012 | Editor: Havid Vebri

Garut identik dengan dodol. Banyak produsen dodol di daerah ini. Salah satunya adalah Muhamad Mimin, warga Desa Bojang Salam, Garut, Jawa Barat. Pada tahun 2000, ia terjun ke usaha ini bermodal kredit dari pemerintah.

Dari usahanya, ia tak cuma mampu mengembalikan pinjaman tiga tahun berikutnya, tetapi juga memberi manfaat bagi warga desanya.

Selama mengembangkan usaha dodol, Mimin tak hanya mempekerjakan 10 orang, tetapi juga menggerakkan sekitar 50 warga desanya. Ia sadar, banyak warga desanya tidak memiliki pekerjaan jelas. "Ada kecenderungan perempuan di sini memilih tinggal di rumah setelah menikah," ujarnya.

Melihat banyak pengangguran, Mimin menawarkan kerjasama untuk memproduksi dodol. Awalnya, ia kesulitan lantaran sebagian besar pekerja barunya tidak tahu cara membuat dodol. "Sambil bekerja, saya memberikan pembinaan dan contoh kepada mereka," paparnya.

Setengah tahun berjalan, barulah para tetangganya mahir membuat dodol. Berhubung sebagian besar pekerjanya adalah ibu rumah tangga, Mimin menerapkan pola kerja yang fleksibel.

Sebab, mereka tak bisa bekerja sepanjang hari di pabrik pembuatan dodol Bhineka. "Sebagian memproduksi sendiri di rumah. Hasilnya, saya beli," jelasnya.

Tapi bagi yang tidak mampu belanja bahan baku, Mimin menyediakannya. Hasilnya ia tampung dengan membayar jasa pengerjaan. Tapi, ia tetap menekankan standar kualitas produksi agar tetap bersaing dengan produk serupa di pasar.

Caranya, ia terus memberikan pembinaan untuk menghasilkan dodol yang enak dan bersih. Saat ini, saban bulan, Mimin mampu memproduksi sebanyak 500 kilogram (kg) dodol.

Dari usahanya itu, ia bisa meraup omzet sekitar Rp 150 juta hingga Rp 200 juta per bulan. Hanya saja, pendapatan sebesar itu tidak selalu sama, tergantung permintaan pasar.

Nah, berkat keuletan dan kerja kerasnya, saat ini pasar dodol garut bikinan Mimin tidak hanya beredar di Garut dan Bandung. Produknya sudah merambah ke 13 daerah, antara lain Bekasi, Jakarta, Yogyakarta, Purwokerto, Cirebon, Kuningan, dan Pekalongan.

Mimin mengakui, bisnis dodol sekarang semakin berat lantaran belakangan muncul pemain-pemain baru dengan kapasitas produksi cukup besar dan mampu menjual dengan harga murah. Untuk itu, ia terus menjalin kerjasama saling menguntungkan dengan agen dan pelanggan di berbagai daerah.

Mimin bilang, yang terpenting adalah senantiasa memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi para perajin dodol garut agar menjaga kualitas dan cita rasa produk. Sebab, dengan cara itu, ia bisa bertahan dalam persaingan.      

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet Using Psychology-Based Sales Tactic to Increase Omzet

[X]
×