kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.935
  • EMAS714.000 1,28%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Mencecap lelehan keuntungan dari kue balok


Sabtu, 15 Juni 2019 / 09:45 WIB

Mencecap lelehan keuntungan dari kue balok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kudapan yang mengandung cokelat hingga kini masih banyak peminatnya. Salah satunya adalah kue balok meleleh. Kudapan yang kerap disebut kue balok ini sejatinya adalah kue brownies. Yang membedakan di dalam kue tersebut, terdapat lelehan cokelat yang mengundang selera.

Dengan ciri khas tersebut, tidak heran kalau kue balok meleleh populer di kalangan masyarakat, terutama remaja dan anak muda. Keberadaan lelehan cokelat di dalam adonan kue balok itu membuat kudapan ini banyak disenangi banyak kalangan.


Banyaknya minat terhadap kue ini membuat banyak orang yang serius menggarap peluang bisnis kue balok tersebut. Bahkan beberapa diantaranya menawarkan kemitraan untuk mempercepat proses ekspansi bisnis.

Salah satu tawaran kemitraan kue balok datang dari Kue Balok Arjuna asal Surakarta, Jawa Tengah. Usaha Kue Balok Arjuna ini berdiri awal 2018, dan langsung menawarkan kemitraan. Sampai saat ini sudah ada lima gerai yang beroperasi di sekitar Surakarta, Yogyakarta dan Cimahi.

Kue Balok Arjuna menawarkan satu paket kemitraan dengan nilai Rp 30 juta. Untuk menarik minat, manajemen Kue Balok Arjuna tengah melakukan promosi penawaran kemitraan. "Kami menawarkan diskon soft launching sebesar 50%. Saat ini paketnya dari Rp 30 juta menjadi hanya Rp 15 juta dan itu berlaku bagi 10 mitra pertama," jelas Aldi, Chief Marketing Officer Kue Balok Arjuna kepada KONTAN.

Dengan modal ini mitra bakal mendapat fasilitas satu unit booth atau gerobak, peralatan dan perlengkapan usaha lengkap, standar operasional, resep, dukungan pemasaran dan promosi, kemasan hingga bahan baku awal. "Kue Balok Arjuna tidak hanya menyiapkan paket usaha yang lengkap, tapi juga ada bonus seperti celemek, kaos, dan tambahan peralatan usaha," kata Aldi.

Selain itu, pihak pusat tidak menarik biaya royalti bulanan. Mitra hanya wajib memasok kemasan dan bahan baku adonan dari pusat. Dengan skema bisnis tersebut, keuntungan bersih sebesar 100% bakal menjadi milik mitra.

Kue Balok Arjuna menjual satu kotak berisi delapan buah kue balok dengan harga Rp 15.000. Aldi mengatakan mitra bisa menentukan sendiri harga jual sesuai dengan biaya operasionalnya. Jadi, pihak pusat sejatinya tidak mematok kaku harga jual dan menyerahkan kepada mitranya.

Dengan sistem kemitraan ini, rata-rata omzet yang diraih gerai Kue Balok Arjuna dalam sehari bisa mencapai 50 kotak sampai 60 kotak kue balok. "Kalau dihitung-hitung, maka omzet per bulannya sekitar Rp 15 juta sampai Rp 17 juta," tuturnya.

Ia bilang laba yang bisa dikantongi mitra sekitar 30% dari omzet. Adapun perkiraan balik modal dari usaha kue balok ini adalah sekitar dua bulan sampai lima bulan. Waktu balik modal diperkirakan bisa lebih cepat jika mitra sudah memiliki tempat usaha sendiri.

Dengan skema kemitraan tersebut, Aldi menargetkan pihaknya bisa mendirikan hingga 20 gerai Kue Balok Arjuna di tahun ini.


Reporter: Elisabeth Adventa
Editor: Markus Sumartomjon

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0604 || diagnostic_web = 0.3661

Close [X]
×