kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Mencetak Fulus dari Breastmilk Jewerly


Sabtu, 09 Mei 2026 / 07:20 WIB
Mencetak Fulus dari Breastmilk Jewerly
Produk aksesori perhiasan Abreena (Dok/Abreena)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Keinginan untuk memiliki sesuatu, terkadang justru bisa menjadi ide memulai usaha. Pengalaman ini dirasakan Febrina Malahayati saat mendirikan Abreena, label untuk beragam produk aksesori perhiasan.

Kondisi itu terjadi saat ia sempat mengalami masa baby blues pasca melahirkan sang buah hati. Kala itu, dia menginginkan sebuah perhiasan penghargaan untuk dirinya yang sudah memberikan air susu ibu (ASI).

Cuma, produk yang Febrina cari ternyata harganya amat mahal. Lantas, ia mencari produk sejenis   ke para perajin langsung untuk bisa mendapatkan harga yang lebih murah. 

Ternyata, secara kualitas, aksesori perhiasan untuk pemberi ASI tersebut cepat berkarat, meski harganya bisa lebih murah. 

Baca Juga: Memadukan Anyaman dan Limbah Kulit

Dari pengalaman itu, Febrina melihat ada celah bisnis di produk tersebut. Untuk itu, dia mengambil kursus pengolahan perhiasan untuk pemberi ASI yang saat itu memang masih jarang ditemukan di Indonesia.

Dari bekal kursus tersebut, Febrina memberanikan diri memproduksi perhiasan untuk pemberi ASI dan memulai usahanya saat masa pandemi Covid-19, dengan modal Rp 351.000. Setelah bisa menciptakan produk pertama, dia mencoba menawarkan via akun Instagram pribadinya. 

Baca Juga: Menemami Secangkir Kopi dengan Camilan Sejiwa

Hasilnya di luar dugaan. Produk tester-nya habis terjual hanya dalam waktu satu jam. Keberuntungan awal itulah yang kemudian memotivasinya untuk lebih serius dalam melakoni bisnis breastmilk jewerly.

Di tahun pertama, tantangan terbesar yang Febrina hadapi adalah manajemen waktu. Pasalnya, ia membangun fondasi bisnis tersebut sembari tetap menjalani profesi sebagai guru dan pengajar di tempat les.

Baca Juga: Cuan dari Menjaga Budaya Nusantara

Seiring penjualan yang meningkat, dia akhirnya mengambil keputusan untuk fokus di usaha tersebut. Konsistensi ini membuahkan hasil. Bila di masa awal usaha, Febrina hanya sanggup memproduksi hingga 10 perhiasan dan aksesori saja dalam waktu dua minggu.

Kini, dalam hitungan hari, ia sudah sanggup memproduksi 10 perhiasan per hari. 

Dalam satu bulan, sekarang dia sanggup memproduksi 60 hingga 100 item aksesori perhiasan.

Baca Juga: Fulus Ciamik dari Saban Hari Pakai Batik

Adapun produk Abreena dibanderol dengan harga mulai Rp 300.000 per item. Segmen low cost ini sengaja Febrina pilih lantaran ingin menyasar pasar menengah bawah saja.

Dia pun tidak memanfaatkan jaringan marketplace untuk memasarkan produknya karena, menurut dia, bisa mengerek harga jual produk. 

Dus, Febrina saat ini fokus melego produk hanya melalui kanal Instagram.

"Kasihan ibu-ibu yang harusnya bisa membeli dengan harga murah," katanya belum lama ini.

Kini, produk Arbeena tidak hanya liontin saja, juga ada gelang, kalung, anting hingga tasbih, dan rosario. Omzetnya Rp 80 juta per bulan.

Melihat hasil itu, Febrina tengah menjajaki pasar Eropa untuk produknya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×