kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Meneguk peluang manis dari minuman aneka cokelat


Sabtu, 22 Februari 2020 / 10:25 WIB
Meneguk peluang manis dari minuman aneka cokelat

Reporter: Venny Suryanto | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Salah satu minuman kekinian yang masih ada pasarnya adalah minuman cokelat. Apalagi minuman manis ini kerap dipadu padankan dengan bahan baku lainnya, seperti susu, kopi, hingga aneka rasa buah-buahan. Faktor inilah yang membuat minuman cokelat tidak kalah eksis dengan minuman kekinian lainnya, sebut saja thai tea, chesee tea atau boba.

Pasar yang masih menjanjikan inilah yang membuat masih ada pebisnis yang memanfaatkan usaha di gerai minuman cokelat tersebut. Salah satunya adalah Kokoa Chocodrink asal Solo.
 
Adalah Jessica Fitriani Putri sebagai penggagas gerai minuman cokelat tersebut. Ia mulai berbisnis minuman cokelat sejak awal 2019. Melihat potensi pasar yang masih menjanjikan, Jessica langsung menawarkan kemitraan usaha di awal merintis usaha.
Jessica mengklaim, produk racikannya disukai oleh anak-anak. Sudah begitu minuman cokelat buatannya tidak memakai pemanis buatan dan pengawet lainnya.
Hasil usahanya memang mulai terlihat yakni saat ini sudah ada lima gerai milik mitra, yang tersebar di beberapa lokasi. Tidak cuma Solo, gerai juga ada di Ngawi dan Surabaya, Jawa Timur. Adapun gerai pusat cuma satu yang ada di Solo.
Nah, bagi yang tertarik, dirinya menyediakan dua paket kemitraan dengan investasi pertama sebesar Rp 5 juta dan yang kedua adalah sebanyak Rp 10 juta.  
 
Dengan modal tersebut mitra akan mendapat beberapa fasilitas usaha. Misalnya saja peralatan dan perlengkapan usaha, booth atau gerobak, papan menu, standar operasional prosedur  serta bahan baku awal.
 
Adapun perbedaan dari kedua paket kemitraan tersebut adalah untuk paket Rp 5 juta bakal mendapatkan bahan baku sebanyak 200 cup saja. Lantas untuk paket yang lebih mahal, Rp 10 juta, bahan baku yang didapat sebanyak 300 cup plus berikut mesin sealer.
 
Enaknya lagi, mitra tidak dikenakan biaya royalti. Artinya seluruh keuntungan bakal menjadi milik mitra. Meski begitu, saat usaha ini berjalan, mitra tetap diwajibkan untuk membeli bahan baku utama dari pusat. Misalnya saja bahan dasar minuman seperti bubuk cokelat dan lainnya serta cup atau gelas plastik.
 
Saat beroperasi, Kokoa Chocodrink punya berbagai varian rasa, seperti kokoa susu, kokoa pure, kokoa banana, kokoa kopi, atau kokoa biskuit dengan harga sekitar Rp 10.000 per cup. "Kami juga punya minuman varian kopi dan non kopi seperti buah-buahan," katanya kepada KONTAN.
 
Dengan fasilitas dan menu yang ada, Jessica memprediksi mitra bisa balik modal dalam tempo antara tiga bulan sampai empat bulan saja. Syaratnya adalah mitra minimal bisa memenuhi target penjualan per hari sekitar 40 cup yang setara Rp 12 juta per bulannya. "Itu kalau target (omzet) bisa terpenuhi," jelasnya.
 
Lewat skema kemitraan tersebut, Jessica optimistis bisa membuka gerai lebih banyak lagi, terutama lewat gerai milik mitra. Ia pun punya target ambisius yakni bisa menggandeng 125 mitra dalam satu bulan.   




TERBARU

Close [X]
×