kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45776,70   6,04   0.78%
  • EMAS887.000 -1,88%
  • RD.SAHAM 0.90%
  • RD.CAMPURAN 0.65%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.47%

Menjajal gurihnya peluang cuan bakwan Pontianak (2)


Sabtu, 07 Maret 2020 / 13:30 WIB
Menjajal gurihnya peluang cuan bakwan Pontianak (2)

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Makin banyak camilan tradisional yang naik kelas. Selain seblak asal Jawa Barat, ada satu lagi camilan yang kini bisa diperoleh dalam kemasan kekinian, yakni bakwan Pontianak.

Tipikal dari bakwan Pontianak ini berbeda dengan bakwan sejenis. Ambil contoh bakwan goreng yang biasa di temui di Pulau Jawa adalah gorengan yang terdiri dari campuran tepung terigu, dan ragam sayuran, ada kol, wartel dan tauge serta tambahan udang. 
 
Untuk bakwan Pontianak adalah hasil dari adonan tepung terigu yang dicampur dengan kucai dengan tambahan topping ebi atau udang kering.
Saat ini, mulai banyak pemain yang menjajakan makanan khas Pontianak tersebut dalam format kekinian. Selain Dwi Agus Prianto dengan label Bakwan Pontianak, ada lagi Wijy Wijaya yang mulai berbisnis bakwan Pontianak dengan mengusung merek Bakwan Juwarak sejak 2018. 
Wijy sengaja terjun di usaha bakwan Pontianak lantaran ingin memperkenalkan camilan khas daerahnya. Maklum, dirinya memang berasal dari kota tersebut.
Yang membuat camilan ini  berbeda dengan bakwan goreng lainnya adalah apalagi yang ada di Bakwan Juwarak adalah di racikan sambal. Menurutnya, sambal Bakwan Juwarak mirip dengan kuah cakwe. Tapi secara perlahan, bahan baku sambal ia ganti menjadi lebih sehat. 
"Seperti menggunakan air distilasi, memakai jeruk sonkit untuk rasa asam dari sambal dan bukan dari cuka. Lantas kemasan kami benahi menjadi lebih ramah lingkungan," tuturnya kepada KONTAN.
 
Dengan pembenahan yang dilakukan, ia membanderol Bakwa Juwarak sebesar  Rp 25.000 untuk isi empat potong bakwan. Konsumen bisa memilih varian sambal. Ada sambal original, sambal varian belimbing wuluh, dan sambal kecombrang. "Kami semua fresh, adonan selalu baru tiap harinya dan kami juga menyediakan hampers untuk hari raya dan birthday," jelas Wijy.
 
Pemasaran Bakwan Juwarak juga memanfaatkan jasa sosial media seperti Instagram, Whatsapp, dan tentunya layanan pesan antar makanan. Ada Gofood dan Gosend. Imbasnya, konsumen pun ada yang datang dari Bali hingga Medan.
 
Dengan upaya tersebut, dalam satu hari, rata-rata Bakwan Juwarak sudah bisa mendapatkan 400 pesanan.  Wily pun merasa, bahwa modal yang ia keluarkan sebesar Rp 500.000 untuk terjun di bisnis bakwan Pontianak pun menjadi tidak sia-sia.
 
Supaya tetap eksis, Wijy bakal fokus membuat kemasan yang ramah lingkungan. Sedangkan Dwi Agus berencana menawarkan kemitraan usaha Bakwan Pontianak miliknya.    
 
(Selesai)



TERBARU

[X]
×