kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Menyantap fulus dari rasa gurih dan pedas nasi goreng


Sabtu, 25 Januari 2020 / 13:40 WIB
Menyantap fulus dari rasa gurih dan pedas nasi goreng

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nasi goreng merupakan salah satu makanan favorit di Tanah Air. Hampir di setiap daerah yang ada di negeri ini, pasti menjumpai pedagang nasi goreng. Begitu juga di restoran yang ada di pusat belanja, menu ini kerap kali jadi sajian yang bisa menjadi pilihan konsumen.

Tak heran hingga detik ini, pedagang nasi goreng masih tetap eksis. Seiring perkembangan zaman, dan menjamurnya pedagang makanan kekinian, rasa gurih nasi goreng tetap banyak yang suka. Terlebih jika disandingkan dengan rasa pedas yang disukai sebagian kalangan.
 
Perpaduan nasi goreng plus rasa pedas inilah yang coba dikembangkan oleh Sudarmika asal Bali. Ia mulai membuka usaha 2010. Satu tahun kemudian ia langsung menawarkan kemitraan usaha atas saran seorang pelanggan loyal.
Ada tiga mitra yang bergabung dengannya dan ia mengusung brand Nasi Goreng Setan. "Awalnya berat, dan mitra tutup lebih awal. Setelah banyak perbaikan, termasuk SOP dan perubahan booth, kami ganti nama menjadi Nasi Goreng Hot Pak Miko yang bertahan hingga saat ini," kata pria yang akrab disapa Miko ini kepada KONTAN.
 
Kini Nasi Goreng HOT Pak Miko sudah memiliki 12 gerai milik mitra yang tersebar di Bali dan satu gerai pusat di Tabanan, Bali. Sudarmika menawarkan paket kemitraan gerobak dengan nilai  investasi Rp 25 juta. 
Dengan nilai investasi ini, mitra akan mendapat ragam fasilitas. Seperti peralatan dan perlengkapan usaha, gerobak, promosi, pelatihan karyawan, pemakaian merek selama 3 tahun, bumbu utama 5 kilogram, meja dan kursi makan, logo dan banner.
 
Saat berjalan, gerai makanan ini menjajakan ragam menu nasi goreng dengan banderol Rp 12.000 per porsi. Ada nasi goreng hot merah, nasi goreng hot lada hitam, dan lainnya. Ada juga menu lainnya yaitu ayam ayam asam manis, ayam lada hitam, saus padang, ayam tepung dengan banderol Rp 16.000 per porsi dan menu lainnya.
Dengan fasilitas dan ragam menu yang tersedia, ia targetkan mitra bisa meraup pendapatan sekitar 
Rp 500.000 per  hari. Ia optimistis target tersebut bisa tercapai karena bumbu racikannya punya ciri khas yang kaya rempah. Adapun lama balik modalnya tidak lebih dari satu tahun.
 
Dari skema kemitraan yang ditawarkan, ia harapkan bisa ada tambahan 10 mitra lagi sampai akhir tahun ini. Untuk itu ia berencana menambah jenis kemitraan lagi, tidak cuma dalam bentuk gerobak tapi restoran ala fast food. "Semoga rencana ini bisa berjalan," harapnya.
 
Bagi yang ingin menjadi mitra bisnisnya, ia menyarankan agar calon mitra serius menjalankan usahanya karena bakal ada tambahan menu. Bagi yang tidak, ia tidak segan memutus hubungan kerjasama.    




TERBARU

Close [X]
×