Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Markus Sumartomjon
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Usaha yang berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari umumnya mendapat perhatian luas dari masyarakat.
Hal ini juga terlihat pada langkah James Darmawan, Chief Executive Officer (CEO) PT Commotrade Indonesia, saat terjun ke bisnis produk pembersih, sektor yang dekat dan akrab dengan aktivitas banyak orang.
Dengan label KleenUp, James memproduksi beragam produk kebersihan untuk rumah tangga sejak 1992. Ada produk pembersih hingga alat untuk membersihkan ruangan.
"Produk kami beragam mulai bentuk chemical hingga cleaning tools, persoalan bersih-bersih jadi gampang dengan KleenUp," tuturnya beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Cuan Gurih dari Camilan Khas Tasikmalaya
Agar produknya mendapat perhatian dari pasar, James langsung memposisikan produk pembersihnya untuk kalangan menengah. Alhasil, ia pun berupaya membuat kualitas produk KleenUp setara dengan produk pembersih premium buatan negara-negara Eropa.
Meski begitu, James berupaya harga KleenUp tetap terjangkau. Agar kualitas dan harga bisa klop, James menerapkan resep tanpa cela dalam setiap produknya. Baik untuk produk pembersih maupun perkakas.
"Tidak ada shortcut, misalnya untuk pembersih jenis sikat, tidak cepat gundul," klaimnya.
Baca Juga: Menapaki Fulus dari Alas Kaki Kaum Muda
Pengalaman tersebut didapatkan James saat ia pernah bekerja membuat produk pembersih sepatu dan kulit. Hingga akhirnya ia mengembangkan produk pembersih rumah tangga.
Hasilnya, bisnis produk pembersih merek KleenUp itu mendapat respon positif di pasar. Salah satu produk terlarisnya adalah sikat lantai. Meski begitu, tantangan bisnis tetap ada.
Salah satunya, merebaknya produk pembersih dari China yang dijajakan dengan harga miring. Kondisi makin sulit saat daya beli kelas menengah mulai loyo, inilah yang membuat laju bisnis KleenUp terganggu.
Baca Juga: Menangguk Untung dari Roti Tanpa Pengawet
Tak hanya itu, tantangan teranyar datang dari meroketnya harga bahan baku biji plastik, serta bahan kimia yang menjadi bahan baku produk kebersihan KleenUp.
"Ini pasti akan berpengaruh ke produk akhir yang kami jual," ungkap James tanpa merinci jenis produknya.
Untungnya, jaringan pasar KleenUp sudah matang. Produknya sudah masuk peritel besar. Mulai dari Ace Hardware, Depo Bangunan, Bazar Bangunan, Alfa Grup, Mitra 10 hingga Aeon.
Upaya lainnya yang sudah dilakukan adalah memperluas pasar. Mulai awal tahun ini, James sudah menjadi mitra marketplace Alibaba. Dengan fitur transaksi yang aman di situs tersebut, dirinya berharap bisa menjaring para pembeli global.
Soalnya dengan fitur trade assurance di Alibaba, para calon pembeli menjadi yakin dan percaya terhadap produk KleenUp yang sudah terdaftar. Menurut James, keikutsertaannya di Alibaba mendapat hasil positif meski ia tak merinci detailnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













