kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Order kostum maskot mengalir dari berbagai perusahaan


Selasa, 26 Oktober 2010 / 14:14 WIB
Order kostum maskot mengalir dari berbagai perusahaan
ILUSTRASI. Tawaran Kemitraan Usaha waralaba Geprek Fried Chicken


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Tri Adi

Pendapatan produsen kostum maskot meningkat seiring semaraknya penggunaan kostum sebagai media promosi oleh berbagai perusahaan. Seperti perusahaan ritel, fastfood, otomotif, hingga perusahaan pembuat antivirus. Tak heran, mereka mampu meraup omzet puluhan juta rupiah dalam sebulan.

Prospek bisnis pembuatan kostum maskot cukup cerah. Maklum, belakangan ini semakin banyak perusahaan yang menggunakannya. Maskot bukan hanya sebagai identitas diri, tapi bisa juga menjadi media promosi untuk menarik minat para pelanggannya.

Muadz Hadsi, pemilik PT Kostum Badut Indonesia, produsen kostum yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat. Menurutnya, mengatakan, saat ini kostum badut tak hanya dipesan oleh pengelola tempat-tempat hiburan atau arena bermain. Tapi, "Banyak juga perusahaan ritel dan consumer good menggunakan kostum ini untuk mempromosikan produknya," ujar Muadz.

Senada, Agus Sugiarto, produsen kostum maskot Codolsky di Jakarta, menambahkan, perusahaan otomotif hingga perusahaan pembuat program antivirus juga memesan kostum maskot berbentuk badut sebagai media promosi bagi usaha mereka.

Yang jelas, semakin banyak pihak yang menggunakan kostum maskot, perolehan produsen kostum jenis ini tentu terus meningkat.

Misalnya saja, Codolsky rata-rata menerima pesanan sekitar 50 kostum setiap bulan. Sehingga, Agus bisa memperoleh pendapatan minimal Rp 50 juta. "Rata-rata keuntungan dari satu kostum antara 10% hingga 20%," bisik Agus.

Pesanan juga mengalir ke usaha Muadz. Sampai dengan minggu ketiga di bulan Oktober 2010 ini, pesanan yang masuk ke perusahaannya sudah lebih dari 40 kostum. "Salah satunya pesanan dari perusahaan susu yang sedang mempromosikan produk barunya," katanya.

Muadz bisa mendapatkan pesanan 20 kostum setiap bulannya. Omzetnya rata-rata Rp 20 juta per bulan. Banderol harga sebuah kostum maskot buatan PT Kostum Badut Indonesia berkisar Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta.

Sementara Agus mematok tarif pembuatan kostum maskot Rp 2 juta hingga Rp 3 juta. Dia juga menerima pembuatan kostum karakter Disneyland atau tokoh kartun dengan harga Rp 1,5 juta per kostum.

Namun, jika pesanan kostum dalam jumlah banyak, Agus tidak segan-segan menurunkan harganya. Misalnya, ketika ia mendapatkan pesanan kostum dari salah satu perusahaan ritel pada tahun lalu. Ia hanya mengenakan tarif Rp 800.000 per kostum untuk pesanan perusahaan itu, yang berjumlah 800 buah.

Para produsen kostum ini mengaku tidak hanya menerima pesanan pembuatan kostum dari perusahaan lokal. Banyak juga pesanan yang datang dari perusahaan di luar negeri.

Seperti Muadz, yang pernah mendapatkan pesanan dari Disneyland yang ada di Hongkong. "Waktu itu mereka cuma pesan lima buah," katanya. Selain dari Hongkong, sejumlah negara lainnya seperti Korea, Prancis hingga Jerman pernah memesan kostum kepada Muadz.

Belum lama ini, Agus juga mendapatkan pesanan dari salah satu perusahaan yang ada di Belanda. Jumlahnya sebanyak 25 kostum maskot.

Meski kostum maskot buatan mereka bisa bertahan hingga bertahun-tahun, biasanya perusahaan akan memesan kostum baru dalam jangka waktu tiga bulan. Pasalnya, bila mereka mempromosikan produk

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×