kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.315.000 0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Rheizy ingin mengenalkan buku ke anak via personalized book


Kamis, 26 Mei 2011 / 15:25 WIB
Rheizy ingin mengenalkan buku ke anak via personalized book
Drama Korea terbaru Jisoo BLACKPINK berjudul Snowdrop di tahun 2020.


Reporter: Mona Tobing | Editor: Tri Adi

Sejak 2006, Rheizy Fitriani mulai membuat buku Perananku yang bisa menjadi hadiah atau suvenir. Ia ingin agar anak-anak bisa mendapatkan buku bertema anak-anak yang bagus dan bisa memberi motivasi. Saat ini, Rheizy memiliki 20 agen distribusi di Yogyakarta dan Samarinda untuk memasarkan buku Perananku.

Meski dibesarkan dalam budaya keluarga yang gemar membaca, semasa kecil Rheizy Fitriani justru jarang membaca kisah anak-anak. Ini karena minimnya buku anak-anak dengan tema bagus. Hal ini pula yang membuat Rheizy tertarik berbisnis buku untuk anak-anak bertema Perananku.

Tidak hanya sekadar bisnis, Rheizy punya misi lain. Yakni ingin meningkatkan minat baca anak yang sekarang ini lebih suka menghabiskan waktunya berjam-jam di depan televisi.

Sudah menjadi keinginan semua orangtua menjadikan sang buah hati sebagai sosok yang cerdas dan memiliki pengetahuan luas. Ini pula yang membuat Rheizy sudah mengenalkan buku bacaan kepada anak-anaknya saat berusia satu tahun.

Namun, ia sulit mendapatkan buku yang bertemakan anak. "Kalaupun ada, gambarnya kurang menarik," kata ibu dua putri ini. Ia pun teringat saat putrinya lahir di tahun 2006, salah satu rekan Rheizy memberikannya kado sebuah buku yang bergambarkan kartun dengan warna cerah. "Saya langsung bergabung menjadi anggota dari salah satu penerbit buku tersebut," kata Rheizy.

Menjadi anggota Klub Buku Indonesia membuat Rheizy mudah mendapatkan buku bacaan putrinya. Ia pun bergabung dengan Klub Buku Indonesia dengan keanggotaan yang memberikan hak bisa mencetak buku sendiri atau personalized book.

Untuk mendapatkan keanggotaan seperti ini, Rheizy membayar iuran keanggotaan Rp 500.000 sekali di awal keanggotan. "Anggota juga wajib memiliki printer laser jet untuk mencetak buku," imbuh Rheizy.

Tahun 2007, personalized books dengan tema Perananku menjadi booming menjadi kado ulang tahun, pernikahan, kelahiran, suvenir hingga dijadikan buku cerita. "Yang unik dari buku ini adalah, kita dapat menjadikan diri sendiri sebagai subjek dalam cerita," terang wanita kelahiran Banjarmasin 32 tahun lalu ini.

Saat itu, penjualan buku Perananku masih tersegmen di kalangan menengah atas. Namun, prospeknya cukup bagus di Yogyakarta ditandai dengan banyaknya peminat. "Di masa mendatang, buku Perananku bisa memiliki nilai yang tinggi," ujar Reizy yakin.

Sarjana teknik pangan ini menilai buku Perananku punya peran penting dalam pembentukan karakter anak. "Saat anak membaca buku yang ada namanya tertulis, maka ia akan termotivasi menjadi sama seperti tokoh tersebut," imbuh Rheizy. Agar si anak betah membacanya, Reizy menekankan kemasan ilustrasi yang menarik dan cerita yang mudah dibaca.

Sedikitnya ada 50 cerita yang sudah dijadikan buku. Cerita yang paling banyak dipesan adalah cerita ulang tahun, cerita tentang etika, kisah Cinderella dan cerita tentang agama.

Rheizy mencantumkan data-data anak lebih detail pada ceritanya agar memiliki kesan pribadi. Misalnya, bagaimana proses si anak lahir ke dunia hingga waktunya. Kemudian, ia melengkapinya dengan tabel tumbuh kembang si anak sampai ia masuk sekolah.

Buku Perananku yang ditujukan untuk kado saat kelahiran biasanya berisi tempat ia dilahirkan, jam berapa, siapa dokter kandungan yang membantunya lahir serta dokter anak yang merawatnya saat ia sakit. "Sangat cocok untuk dokumentasi pribadi ataupun untuk hadiah bagi relasi Anda," ujarnya berpromosi.

Rheizy menjual buku ini Rp 35.000 per buku. Seorang diri memproduksi buku Perananku, Reizy mengaku kewalahan ketika harus memenuhi pesanan. "Biasanya selama dua pekan sekali, saya mencetak 20 buku," terang Reizy yang memiliki 20 distributor tersebar di Yogyakarta dan Samarinda.

Ia mengirim lima buku ke seluruh distributor setiap pekan. Harapannya, ke depan, pesanan yang datang kian mendaki.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×