kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45987,90   -2,03   -0.21%
  • EMAS1.142.000 0,35%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Startup Ini Bantu Sektor IKM Hasilkan Efisiensi


Sabtu, 30 Desember 2023 / 17:34 WIB
Startup Ini Bantu Sektor IKM Hasilkan Efisiensi
ILUSTRASI. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka, Kementerian Perindustrian Reni Yanita (tengah) usai penandatanganan nota kesepahaman antara Ditjen IKMA dengan beberapa VC, yaitu UMG Idea Lab, Gayo Capital, Indogen Capital, dan Starfindo.


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perindustrian mendorong transformasi teknologi di industri, khususnya industri kecil dan menengah (IKM) di tanah air melalui solusi dari startup Indonesia. Salah satunya melalui program Startup4Industry yang sudah digelar sejak 2018.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Dirjen IKMA) Reni Yanita menyebutkan sudah ada 2.037 startup yang mendaftar program Startup4Industry. Sebanyak 1.115 diantaranya mengikuti program kompetisi implementasi teknologi Startup4Industry. 

"Kompetisi Startup4Industry merupakan sebuah kompetisi yang diikuti oleh startup Indonesia untuk menunjukan teknologi yang paling berdampak positif bagi IKM," kata dia dalam keterangannya, Jumat (30/12).

Reni bilang, program-program pembinaan tech startup yang konsisten dilakukan oleh Kemenperin diharapkan bisa membuka jalan bagi startup Indonesia untuk melebarkan pasar di sektor manufaktur dan juga mendorong percepatan transformasi digital industri Indonesia.

Ia menyebut, Startup For Industry merupakan program yang berusaha mendorong generasi muda untuk menjadikan teknologi sebagai penyedia solusi bagi Industri. Startup For Industry berperan sebagai ecosystem builder untuk menghubungkan startup sebagai penyedia teknologi dengan industri, masyarakat, investor, akselerator/inkubator dan juga global market.

Baca Juga: Aplikasi Media Sosial Hyppe Tembus 300 Ribu Pengguna

PT Trimitra Nusantara Sakti (Trinusa) salah satu peserta kompetisi Startup4Industry 2023 dan berhasil menyabet juara 2. Perusahaan ini bergerak di bidang solusi bagi industri manufaktur guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas produksi pada mesin-mesin yang digunakan melalui sistem pencatatan yang cerdas. 

Trinusa menghadirkan perangkat lunak atau software bernama Smart Module System. Yoanes Fredy Sakti, Founder dan CEO Trinusa mengatakan, idenya tercetus ketika dirinya bekerja sebagai desainer di sebuah pabrik manufaktur bidang mold and dies, yang memproduksi lampu-lampu untuk sepeda motor pada 2007 silam. 

Kala itu, Fredy melihat pencatatan yang dilakukan masih menggunakan metode manual atau tulisan tangan. Tahun 2016, saat dirinya bekerja di manufaktur asal Jerman untuk membuatkan mesin filling dan packaging untuk perusahaan Food and Beverage (F&B) di Indonesia, Fredy semakin terpacu membuat sistem digital yang memudahkan pelaku usaha.

“Di situ saya mendapat perspektif baru soal digitalisasi. Namun, pada 2018 saya memutuskan keluar karena gelisah ideologi saya belum bisa tertuang dan membangun Trinusa dan mengikuti program Startup4Industry tahun ini. Implementasi yang kami lakukan kepada mitra kami yaitu membantu pencatatan realtime mesinnya. Sebelumnya, kendala yang dialami pelaku usaha terletak pada kurangnya efisiensi perusahaan," jelasnya.

Fredy mengungkapkan setelah memakai perangkat lunaknya, mitranya bisa mengetahui semua informasi dari mesin seperti sudah berapa lama mesin standby atau sudah berapa lama bekerja, berapa produk yang telah selesai hingga berapa banyak biaya konsumsi listrik yang telah terpakai secara realtime. Sistem ini pun bisa membantu mesin-mesin import yang dapat disesuaikan dengan sistem pembayaran di Indonesia sehingga keuangan pun bisa tercatat dengan baik pula.

Baca Juga: Dukung Transformasi Digital UMKM, Majoo Luncurkan Produk Majoo Prime Plus

“Software ini mencatat semua informasi dari mesin tersebut. Sehingga pelaku usaha bisa membuat kinerja mesin lebih produktif dan mengoptimalkan efisiensi biaya dan efektivitas produksi yang akhirnya income akan meningkat hingga 10-15%,” ujarnya.

Bekerjasama dengan salah satu brand mesin roaster kopi, Fredy menanamkan Smart Module System di mesin tersebut. Mesin pun dapat mencatat setiap aktivitas produksi kopi untuk menghasilkan kinerja yang efisien, efektif dan dapat disesuaikan dengan pembayaran Qris di Indonesia. 

Sementara PT Dieng Cyber Indonesia berhasil meraih juara III kompetisi Startup4Industry 2023. Perusahan ini mampu menciptakan berbagai software house sesuai kebutuhan pelanggannya. 

Sunaryono, Founder dan CEO PT Dieng Cyber Indonesia, mengatakan saat mengikut program Startup4Industry 2023, Dieng Cyber berhasil membantu mitra dengan meningkatkan omset hingga 100%. Usai Covid-19, mitranya mengaku masih menerapkan sistem bekerja work from home (WFH) untuk menekan biaya operasional dimana jam bekerja diatur oleh karyawan masing-masing ingin bekerja jam berapa dan istirahat di jam berapa. Namun, ternyata hal tersebut malah membuat bisnisnya mandek alias stagnan.

“Kami membantu dengan membuatkan software khusus bernama e-office S4I yang dapat memantau karyawannya bekerja atau tidak dengan memasang aplikasi kami di HP karyawan masing-masing sehingga terpantau apakah karyawannya sedang bekerja atau tidak,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×