: WIB    --   
indikator  I  

Cuci Helm Express cari mitra

Peluang usaha jasa mencuci helm masih menjanjikan di tengah tingginya pengguna sepeda motor. Lantaran menjanjikan, banyak pemain bisnis ini menawarkan kemitraan. Salah satunya Wahyuni, pemilik Cuci Helm Express di Tangerang, Banten.

Wahyuni membuka usaha jasa pencucian helm Januari tahun 2009, dan mulai menawarkan kemitraan pada April 2010. Saat ini, ia sudah memiliki 67 mitra yang tersebar di pelbagai kota, seperti Jabodetabek, Surabaya, Malang, Solo, Yogyakarta, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Timur.

Cuci Helm Express menawarkan tiga paket kemitraan. Pertama, paket express hemat dengan biaya investasi Rp 1,1 juta. Dengan biaya itu, mitra akan mendapatkan cairan pembersih untuk 250 helm, CD (compact disk) tutorial cuci helm, dan buku panduan cuci helm.

Kedua, paket express smart dengan biaya investasi Rp 1,3 juta. Mitra mendapatkan cairan pembersih untuk 250 helm, alat pengering, alat penyedot debu, dan buku panduan cuci helm.

Terakhir paket express complete dengan biaya investasi Rp 2 juta. Mitra mendapatkan cairan pembersih untuk 250 helm, alat pengering, alat penyedot debu, lap kain, kuas, sikat, spanduk, banner, brosur, dan buku panduan cuci helm.

Wahyuni memungut biaya pencucian helm mulai Rp 10.000 – Rp 20.000 per helm. Dalam sebulan, mitra bisa meraup omzet sekitar Rp 9 juta. Dengan asumsi, mitra bisa mencuci sekitar 30 helm dalam sehari.

Laba bersihnya mencapai 50% dari omzet. Kebanyakan biaya operasional habis buat membeli produk pembersih helm yang nilainya mencapai Rp 800.000 per bulan. “Mitra balik modal paling lama enam bulan,” ujarnya.

Ia mengklaim, jasa pencucian helmnya tidak menggunakan air. Dengan begitu, ramah lingkungan karena tidak ada limbah. Lantaran tidak memakai air, ia juga menjamin spon helm menjadi lebih awet. Waktu pencucian helm juga singkat, sekitar 15 - 30 menit.

Dengan 67 mitra, Wahyuni kini sudah menguasai hampir seluruh pelosok daerah. Kendala kemitraan sejauh ini ada di pengiriman cairan pembersih. “Karena cair, tidak bisa pakai jalur udara,” katanya.


Reporter Marantina
Editor Havid Vebri

TAWARAN KEMITRAAN

Feedback   ↑ x
Close [X]