kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45985,75   -4,18   -0.42%
  • EMAS1.142.000 0,35%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Berdayakan eks penderita kusta lewat usaha jilbab


Kamis, 21 Februari 2013 / 17:05 WIB
ILUSTRASI. Macam macam penyebab cegukan. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)


Sumber: Kontan 21/2/2013 | Editor: Havid Vebri

sejak 2010, Yovita Salysa Aulia aktif memberdayakan ibu-ibu mantan penderita kusta melalui usaha pembuatan jilbab. Di bawah bendera usaha Nalacity Foundation, ia aktif memberikan pelatihan menjahit dan membordir jilbab ke para mantan penderita kusta di Tangerang, Banten.

Bendera usaha ini diambil dari Sitanala, nama rumah sakit khusus para penderita kusta atau lepra di Tangerang. Kebanyakan orang yang sudah sembuh dari penyakit kusta tidak mau kembali ke rumah masing-masing.

Akhirnya, mereka tinggal di sekitar RS Sitanala. Yovita merangkul dan memberdayakan mereka. Total mantan penderita kusta yang kini diberdayakannya 20 orang.

Aktivitas Yovita ini bermula saat terpilih sebagai mahasiswa berprestasi pada tahun 2010 di Universitas Indonesia (UI) . Saat itu, Yovita yang masih kuliah di Fakultas Kesehatan Masyarakat angkatan 2007, mendapat tugas sosial dari Direktorat Kemahasiswaan UI.

Bersama lima mahasiswa berprestasi lain, ia memilih memberdayakan komunitas mantan penderita kusta. Begitu lulus kuliah tahun 2011, Yovita yang kini berusia 23 tahun tetap meneruskan upayanya memberdayakan para mantan penderita kusta.

"Saya ingin mengkampanyekan pada masyarakat bahwa mantan penderita kusta tidak berbahaya," ujarnya. Program ini masih dijalankan bersama lima mahasiswa berprestasi lainnya.  Yovita dan kelima rekannya mengubah proyek sosial kampus ini menjadi wirausaha sosial.

Di Nalacity Foundation, Yovitas menjabat sebagai CEO. Selain memproduksi jilbab, Nalacity juga membuat manik-manik dan bros sebagai pelengkap busana muslimah.

Semua produk yang dihasilkan para mantan penderita kusta ini dijual dengan harga mulai Rp 45.000 – Rp 70.000 per buah. Menurut Yovita, omzet Nalacity dalam sebulan mencapai jutaan rupiah.

Selain memberi pelatihan menjahit, ia dan teman-temannya juga kerap mengadakan acara untuk menyemangati para mantan penderita kusta di Sitanala.

Berkat misi sosial yang digalangnya ini, Yovita berhasil menyabet juara pada ajang kompetisi Mandiri Bersama Mandiri (MBM) Challenge yang digelar Bank Mandiri untuk menggiatkan kewirausahaan berbasis komunitas di tahun 2012.    

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×