Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Markus Sumartomjon
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berani berinovasi untuk membuat produk baru, menjadi modal bagi Sarianti Nur dalam mengembangkan usaha. Mendirikan KeDai Arya sejak Oktober 2011 lalu, ia kini memproduksi dan memasarkan aneka camilan termasuk abon kelinci.
Usaha KeDai Arya bermula dari hobi Sarianti memasak untuk anak-anaknya tanpa menggunakan penyedap rasa. Dia lalu memberanikan diri untuk membuka pesanan atau preorder (PO) untuk produk aneka keripik.
Hasilnya positif. Bisnis KeDai Arya terus berkembang menjelang Ramadan hingga Lebaran.
"Pertama kali memproduksi aneka camilan, seperti keripik singkong dan pisang. Saat Ramadan, saya mempromosikan aneka kue kering dibantu suami dan teman," kata Sarianti kepada KONTAN, Jumat (19/6).
Baca Juga: Menjaring Fulus hingga Mancanegara
Sarianti mengisahkan, titik balik usahanya terjadi ketika KeDai Arya mendapatkan bantuan dan pendampingan dari Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Pama Banua Etam serta Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA). Dari sini, KeDai Arya membenahi aspek promosi, kemasan, hingga perizinan usaha.
Dukungan dari LPB Pama dan YDBA membuat Sarianti semakin berani untuk mengembangkan usaha, antara lain dengan merambah ke produk abon. Mulai dari abon ayam, sapi, ikan tuna, gabus, lele, hingga abon kelinci yang saat ini paling banyak diminati.
Produk KeDai Arya tidak hanya menyasar pasar Sangatta dan Kutai Timur, tetapi juga ke daerah lain di Kalimantan, seperti Samarinda dan Balikpapan.
Baca Juga: Menyeruput Fulus dari Kedai Kopi Sunyi
"Strategi pemasaran melalui offline, online, dan mengikuti bazar. Produk yang banyak diminati konsumen adalah aneka abon, dan yang best seller abon kelinci," ungkapnya.
Sarianti bercerita, awal mula memproduksi abon kelinci karena beberapa peternak kelinci di komunitas binaan Pama mengalami kesulitan pemasaran.
"Akhirnya dari pembina kami memberikan tantangan kepada ibu-ibu yang suaminya ternak kelinci untuk mengolah daging kelinci, dan saya memilih untuk produk abon kelinci," kata dia.
Baca Juga: Menjahit Fulus dari Hijab Khusus Anak
Sejak 2021, KeDai Arya bisa mengolah 10–20 ekor kelinci dalam sebulan, lalu menjual abon kelinci seharga Rp 40.000 per bungkus, dengan penjualan mulai 30 bungkus hingga lebih dari 50 bungkus dalam sebulan.
Rentang harga produk abon KeDai Arya berkisar di Rp 28.000–Rp 40.000. Sedangkan, harga aneka camilan Rp 18.000–Rp 23.000 per bungkus. KeDai Arya pun mampu mengantongi rata-rata omzet mendekati angka Rp 15 juta per bulan.
Baca Juga: Mencetak Fulus dari Breastmilk Jewerly
Sarianti memastikan, KeDai Arya akan terus berinovasi. Produk teranyar adalah amplang yang telah diproduksi dan dipasarkan enam bulan terakhir.
"KeDai Arya terus berusaha berinovasi. Tahun depan Insya Allah akan memperkenalkan produk baru, yaitu dodol cempedak, memanfaatkan buah lokal dari daerah kami," imbuh Sarianti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













