Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Markus Sumartomjon
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tantangan orangtua untuk bisa membiayai kuliah secara mandiri, dijawab oleh Indah Purnamasari dengan mendirikan Dapur Jamu Ibu.
Usaha minuman rempah ini tidak hanya membawa Indah meraih gelar magister, tapi juga menjadi ladang bisnis yang terus berkembang.
Dapur Jamu Ibu berdiri 2018 saat Indah melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana (S2) di Jurusan Manajemen Universitas Mulawarman.
"Boleh lanjut S2, tetapi harus mampu membiayai sendiri. Kalimat itu menjadi tantangan sekaligus motivasi," ungkapnya, teringat pesan orang tuanya, kepada KONTAN, Kamis (27/8) lalu.
Baca Juga: Bisnis Adem dari Penjualan Pakaian Tidur Wanita
Perempuan kelahiran 1996 ini melihat, ada celah dari usaha minuman rempah yang bisa dibuat dari bahan-bahan sederhana di dapur sang ibu.
Indah lantas membuat jamu siap minum (ready to drink) dengan empat varian, yakni kunyit asem, kunyit sirih, beras kencur dan jahe. Tak disangka, produk yang awalnya dijual di kampus dapat respons positif.
Dari tempat produksi yang berlokasi di Kelurahan Bontang Baru, Bontang, Kalimantan Timur, usaha Dapur Jamu Ibu terus berkembang.
Baca Juga: Merajut Fulus dari Fesyen Sederhana
Momentum penting bagi Dapur Jamu Ibu datang saat pandemi. Permintaan terhadap produk Dapur Jamu Ibu meningkat cukup pesat. Produksi pun harus dibantu oleh lima orang tenaga kerja.
Melihat hasil itu, Indah berupaya menjaga keberlanjutan usaha. Untuk itu, Dapur Jamu Ibu menjalin kolaborasi, termasuk menerima pendampingan dari PT Pamapersada Nusantara sejak 2023.
Baca Juga: Cuan dari Kreasi Ulos Berbalut Batik Jakarta
Secara bersamaan, Dapur Jamu Ibu juga menjalin kolaborasi dengan petani lokal untuk menjaga ketersediaan bahan baku berupa rempah-rempah.
Dengan berbagai kolaborasi tersebut, Dapur Jamu Ibu pun bisa melakukan inovasi usaha. Hasilnya, dari semula hanya empat varian, kini Dapur Jamu Ibu punya 20 macam jamu siap minum.
Baca Juga: Cuan dari Kreasi Ulos Berbalut Batik Jakarta
Produknya antara lain jahe lemon, susu jahe, beras kencur, rosella madu, booster ASI, lemongrass lime, sinom, sereh telang, sari rapet, susut lemak, cergasanak, bajamas, dan morning shoot.
Tak hanya produk siap saji, Dapur Jamu Ibu telah merambah produk serbuk instan. Selain jahe merah, jahe merah rumput laut, dan kunyit asem instan, Dapur Jamu Ibu juga memasarkan produk bunga telang kering dan chiasheed.
Produk tersebut dibanderol dengan harga Rp 13.000 hingga Rp 100.000 per produk.
Lewat variasi produk yang beragam, Dapur Jamu Ibu tidak hanya memasarkan produknya di daerah Bontang dan Kalimantan Timur. Produk-produk Dapur Jamu Ibu juga menyasar pasar nasional dan internasional. Mulai Bandung, Malang, Surabaya, hingga Taiwan dan Jepang.
Sayang, Indah tidak merinci potensi omzet yang diraih oleh Dapur Jamu Ibu. Yang terang, saat ini dia fokus untuk menjaga keberlanjutan usaha sembari tetap membuka lapangan kerja dan memberikan nilai tambah bagi petani lokal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














