kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Merajut Fulus dari Fesyen Sederhana


Sabtu, 22 Agustus 2026 / 07:10 WIB
Merajut Fulus dari Fesyen Sederhana
ILUSTRASI. Busana produksi Zalmore (Dok/Zalmore)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis fesyen menjadi salah satu ceruk yang menarik bagi pelaku usaha karena produknya merupakan kebutuhan sehari-hari dan dapat digunakan berbagai kalangan. Inilah yang membuat Salmon Dominic menggarap usaha tersebut dengan label Zalmore. 

Menurut Salmon, bisnis ini dibangun dengan melihat kebutuhan konsumen terhadap pakaian yang sederhana, nyaman, mudah dipadukan, tetapi tetap memiliki kualitas dengan harga terjangkau.

"Kami melihat fashion basic memiliki pasar yang sangat besar karena merupakan kebutuhan sehari-hari," ungkap Salmon kepada KONTAN, Jumat (21/8).

Baca Juga: Cuan dari Kreasi Ulos Berbalut Batik Jakarta

Sejak awal, Zalmore tidak hanya ingin menjadi penjual pakaian. Perusahaan ini juga berupaya memiliki kontrol terhadap kualitas produk, mulai dari pemilihan bahan, proses produksi, hingga produk sampai ke tangan konsumen.

Hasilnya, dalam dua tahun terakhir, penjualan Zalmore telah tumbuh lebih dari dua kali lipat. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan semakin luasnya jangkauan konsumen, bertambahnya produk, serta berkembangnya kanal penjualan digital.

Baca Juga: Merancang Desain Kain Tradisional Menjadi Cuan

Maklum, kategori basic wear masih menjadi produk utama Zalmore, dengan segmen wanita sebagai kontributor terbesar terhadap penjualan.

Menurut Salmon, konsumen kini semakin memperhatikan kualitas bahan, jahitan, ketahanan produk setelah dicuci, hingga nilai yang diperoleh. Karena itu, pengembangan produk Zalmore turut mempertimbangkan data penjualan dan umpan balik konsumen.

Apalagi, kanal digital masih menjadi sumber utama penjualan Zalmore. Meski begitu, Zalmore tidak ingin bergantung pada satu platform.

"Marketplace, TikTok, Instagram, dan website memiliki fungsi masing-masing dalam perjalanan konsumen," ungkapnya.

Baca Juga: Mencetak Fulus dari Produk Fesyen Hijau

Seiring pertumbuhan bisnis, Zalmore mulai memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam pengembangan produk dan operasional.

Teknologi tersebut digunakan untuk membaca data dan perilaku konsumen, mencari pola produk dengan performa baik, hingga membantu brainstorming konsep produk.

Harapannya, teknologi tersebut bisa membantu tim bekerja lebih produktif tanpa menggantikan peran manusia dalam pekerjaan yang membutuhkan kreativitas, judgement, dan kontrol kualitas.

Baca Juga: Aroma Cuan dari Usaha Parfum Masih Semerbak

Dengan upaya tersebut, Salmon menargetkan pertumbuhan penjualan Zalmore bisa melesat hingga 100% dibandingkan tahun sebelumnya. Sayangnya, ia tidak mau membuka nilai penjualan Zalmore.

Yang jelas, target tersebut bakal ia kejar melalui penguatan kategori basic wear, peningkatan supply chain dan kapasitas produksi, perluasan omnichannel, serta efisiensi pemasaran dan operasional.

Langkah lainnya adalah memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi usaha

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Terpopuler
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×