kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45987,90   -2,03   -0.21%
  • EMAS1.142.000 0,35%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Memilih dua paket investasi cireng isi aneka rasa


Jumat, 12 Juni 2015 / 12:51 WIB
Memilih dua paket investasi cireng isi aneka rasa


Reporter: Silvana Maya Pratiwi | Editor: Hendra Gunawan

Cireng yang berarti aci digoreng tidak hanya populer di Bandung sebagai tempat asal camilan ini. Tepung kanji yang digoreng ini juga diminat masyarakat luas. Sehingga banyak bermunculan gerai cireng di berbagai daerah. Salah satu merek usaha kudapan khas Pasundan ini adalah Cireng Bandung Isi.

Usaha ini sudah berdiri sejak tahun 2006 silam di Jakart Selatan. Menawarkan kemitraan usaha sejak 2008 silam, Cireng Bandung Isi telah memiliki 130 gerai yang tersebar di Jabodetabek dan Bandung. Rinciannya, 10 gerai milik pusat dan sisanya milik mitra usaha. 

Eko June, Staf Pemasaran Cireng Bandung Isi menjelaskan, pusat menawarkan investasi paket standar senilai Rp 1,5 juta dan paket konter senilai Rp 6 juta. Untuk paket standar mitra akan mendapat fasilitas pelatihan karyawan, spanduk, 1 unit boks untuk tempat cireng, dan produk siap jual sebanyak 50 buah.

Sedangkan paket konter, mitra akan medapatkan perlengkapan berjualan lengkap, bahan baku awal, dan produk siap jual sebanyak 100 buah. Untuk paket ini mitra hanya perlu menyediakan tempat usaha dan satu karyawan.

Cireng Bandung Isi menjual tujuh varian rasa cireng, mulai dari kacang pedas, kornet pedas, bakso pedas, sosis pedas, ayam pedas, kornet tidak pedas. Harga jualnya berkisar Rp 2.000 hingga Rp 3.000 per buah.

Eko menargetkan, mitra bisa mencetak penjualan sampai 60 buah cireng per hari dengan harga jual Rp 2.000 per cireng. Bila target tercapai, maka mitra dapat meraup omzet Rp 120.000 per hari atau sekitar Rp 3,6 juta per bulan.

Setelah dikurangi biaya-biaya operasional, mitra masih bisa mendapatkan keuntungan bersih sekitar 40% dari omzet. Dengan begitu, mitra bisa balik modal sekitar tiga bulan. Kerjasama ini tidak dikenakan biaya royalti, hanya bahan baku harus dipasok dari pusat.

Kelebihan tawaran kemitraan ini dibandingkan yang lain, menurut Eko selain sudah berpengalaman sejak 2006, produk yang dijual tidak menggunakan bahan pengawet.

Selain itu cara penyiapan dan penyajian yang sangat mudah sehingga semua orang bisa menjalankan usaha ini. Untuk tahun ini, Eko menargetkan penambahan mitra baru sebanyak 50 gerai di berbagai kota.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×