kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Menggoreng laba dari ragam gorengan


Sabtu, 27 Juli 2019 / 12:00 WIB

Menggoreng laba dari ragam gorengan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Siapa yang tidak kenal gorengan? Kudapan khas Indonesia yang renyah dan memiliki citarasa gurih ini punya banyak penggemar dari berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa suka dengan makanan tersebut.

Malah kudapan ini sering jadi camilan pendamping minum teh atau kopi. Terkadang jadi salah satu menu saat rapat di lingkungan, sekolah dan lainnya.


Luasnya peluang usaha gorengan membuat penjual gorengan banyak ditemui di banyak tempat. Mulai dari pedagang kaki lima hingga pedagang gorengan dalam mal atau pusat belanja.

Biasanya, gerai gorengan selalu saja ada pembeli yang datang. Peluang ini yang dimanfaatkan Okki Indiyanto dengan mendirikan Krispy Go di Bekasi, Jawa Barat. Tak tanggung-tanggung, saat memulai usahanya, Okki langsung membuka penawaran kemitraan usaha Krispy Go untuk mempercepat ekspansi bisnis.

Okki sendiri bukanlah pemain baru dalam industri kemitraan. Ia berkecimpung di dunia kemitraan sejak lima tahun lalu. Tercatat sudah ada sekitar 30 merek yang pernah ia tawarkan dalam kemitraan usahanya

Adapun untuk paket kemitraan Krispy Go tersedia tiga paket. Yakni paket Rp 7,5 juta, paket Rp 9,5 juta dan yang termahal adalah paket Rp 11 juta. Dengan modal tersebut, mitra akan mendapatkan fasilitas satu buah gerobak atau gerai sesuai paket, peralatan usaha seperti kompor gas low pressure, wadah saji berbahan stainless, tempat pendingin (cool box), pelatihan karyawan, resep, bahan baku awal, serta subsidi ongkos kirim untuk mitra di luar Bekasi sesuai jarak. "Perbedaan ketiga paket itu ada pada ukuran gerobak, jumlah bahan baku, dan bahan gerobak. Fasilitas lainnya sama. Kami juga free franchise fee," jelas Okki kepada KONTAN.

Krispy Go sendiri menawarkan aneka menu gorengan, seperti tahu krispy, pisang krispy, jamur krispy, otak-otak krispy, singkong krispy dan sebagainya. Aneka varian gorengan tersebut dibanderol per paket, yaitu paket Rp 5.000, paket Rp 10.000 dan paket Rp 15.000.

Harga jual tersebut tidak lah baku. Mitra bisa menjual aneka gorengan tersebut dengan harga yang diinginkan si mitra, asal menguntungkan. Selain itu mitra juga diberi keleluasaan untuk mengembangkan menu gorengan sesuai dengan kreativitasnya. "Harga jual bisa disesuaikan dengan kebutuhan mitra dan kondisi pasar sekitarnya," ujarnya.

Okki menjelaskan target omzet tiap gerai Krispy Go, sekitar Rp 500.000 sampai Rp 800.000 per hari. Maka, dalam satu bulan, gerai mitra dapat mengantongi omzet Rp 15 juta–Rp 20 juta. Laba bersih yang didapat bisa mencapai 45%. Dengan penghitungan tersebut, mitra diprediksi dapat mencapai balik modal sekitar dua bulan sampai empat bulan.

Cepatnya balik modal lantaran ia menerapkan sistem beli putus atau kemitraan mandiri. Mitra juga tidak harus membeli bahan baku dari pihak pusat dan mendapat resep pembuatan gorengan.


Reporter: Elisabeth Adventa
Editor: Markus Sumartomjon

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0012 || diagnostic_api_kanan = 0.0004 || diagnostic_web = 0.1668

Close [X]
×