Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Tri Adi
Bisnis pembuatan baju ihram kian mengembang seiring makin banyaknya orang yang ingin menunaikan ibadah haji dan umroh. Salah satu produsen baju ihram di Klaten, Jawa Tengah, mampu meraup omzet hingga Rp 275 juta tiap kali musim haji. Bahkan, saat ini permintaan baju ihram juga datang dari siswa sekolah yang ingin melaksanakan bimbingan manasik haji.
Setiap tahun jumlah orang yang ingin menunaikan ibadah haji terus meningkat. Jika tahun lalu hanya sekitar 207.000 orang, di tahun 2010 ini kuotanya naik menjadi sekitar 211.000 orang.
Makin banyaknya jumlah orang yang ingin melaksanakan ibadah haji membawa berkah bagi usaha berbagai barang kebutuhan haji. Salah satunya usaha pembuatan baju haji yang khusus dikenakan oleh kaum pria atau yang sering disebut baju ihram.
Seperti yang diungkapkan oleh Ferry Lusianto, produsen baju ihram asal Klaten, Jawa Tengah. Menurutnya, meski sifatnya hanya musiman, namun potensi bisnis baju ihram ini cukup menggiurkan.
Saat ini, Ferry menerima pesanan baju ihram dari tiga perusahaan biro haji yang ada di Surabaya, Solo dan Yogyakarta. Untuk satu kali pemberangkatan atau satu kloter haji dari masing-masing biro haji, Ferry bisa menyuplai hingga 500 set baju ihram.
Dalam satu tahun, rata-rata setiap biro haji bisa memberangkatkan haji hingga empat kali. "Khusus untuk biro haji di Solo, setahun mereka cuma memberangkatkan haji dua kali," katanya. Alhasil, jika dihitung, selama musim haji itu, Ferry bisa menyuplai hingga 5.000 set baju ihram.
Ferry memproduksi tiga jenis baju ihram. Mulai dari yang harganya Rp 55.000, Rp 65.000 dan Rp 85.000. Namun, menurutnya, rata-rata perusahaan biro haji memesan baju ihram dengan harga Rp 55.000 per set.
Itu artinya dari penjualan baju ihram itu, Ferry bisa mengantongi pendapatan hingga Rp 275 juta untuk satu musim haji. "Keuntungan saya antara 10% hingga 20%," katanya.
Sebenarnya, lanjut Ferry, pendapatannya bisa saja bertambah besar, bila dia juga menjual baju ihramnya melalui toko ritel. Sebab, orang yang akan menjalankan ibadah haji tentu membutuhkan lebih dari satu set baju ihram.
Ferry bilang, minimal mereka harus mempunyai tiga set untuk berganti di sana. Sedangkan, baju ihram yang dibagikan oleh biro haji biasanya hanya satu set.
Hal itu pun diamini oleh M. Rofiqul Ghodiy, pemilik perusahaan Mitra Haji di Bekasi, Jakarta Timur. Pasalnya, kata dia, perusahaan biro haji hanya memberikan satu set baju ihram yang menjadi bagian dari paket haji. Mitra Haji setiap tahunnya bisa memberangkatkan sekitar 600 orang jemaah haji.
Itu belum termasuk keberangkatan ke tanah suci untuk tujuan umroh. "Seminggu sekali kami bisa memberangkatkan 120 orang untuk umroh," katanya. Orang yang melaksanakan umroh menurutnya juga memerlukan baju ihram layaknya orang yang mau naik haji. Makanya kata dia, bisnis pembuatan baju ihram memang cukup menjanjikan.
Itu sebabnya, saat ini, Ferry berupaya meningkatkan produksinya. Sebab, tak hanya mereka yang akan berangkat haji atau umroh, sekolah-sekolah yang mengajarkan siswanya tata cara menjalankan ibadah haji atau disebut manasik haji juga sering memesan baju ihram. "Pesanan dari sekolah ada sekitar 200 set," katanya. Karena diperuntukan bagi pelajar, Ferry hanya mematok harga baju ihramnya sekitar Rp 40.000.
Tingginya permintaan baju ihram juga terlihat di toko online klikmuslim.com asal Surabaya. Ambarwati, pemilik toko mengatakan, meski memiliki pangsa pasar yang sangat terbatas, bisnis penjualan baju ihram tetap sayang untuk dilewatkan.
Buktinya setiap bulan, ia bisa menjual mininal 500 set baju ihram. Ambar menjual satu set baju ihram antara Rp 100.000 hingga Rp 150.000. Bahkan, lanjutnya, dibanding tahun lalu harga baju ihram tahun ini naik cukup tinggi. Tahun lalu, ia menjual baju ihram dengan harga mulai dari Rp 75.000 hingga Rp 120.000 untuk kualitas terbaik. "Sekarang tidak bisa lagi, karena produsen sudah menaikkan harga," ujarnya.
Lantaran banyak pelanggan mengeluh, Ambarwati enggan menaikkan lagi harga baju ihram terlalu tinggi. Kalau sudah begini marginnya yang menipis. Ia mengaku hanya mengambil laba Rp 5.000-Rp 10.000 dari setiap set baju ihram. "Biar untungnya kecil yang penting penjualan lancar," katanya. Ambarwati tengah mencari produsen lain yang bisa memproduksi baju ihram dengan harga lebih murah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News