Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Markus Sumartomjon
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketika banyak orang memandang karung goni bekas sebagai limbah, Meisarah justru melihatnya sebagai peluang usaha.
Berbekal kreativitas dan keterbatasan modal, perempuan muda asal Jakarta Utara ini berhasil membangun Noei Craft, usaha kerajinan berbasis daur ulang.
Perjalanan Noei Craft bermula pada Oktober 2020. Saat itu, Meisarah menjadi sponsor kegiatan Generasi Berencana (GenRe) Jakarta Utara yang diselenggarakan Sudin Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP).
Dengan modal terbatas, ia memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitarnya, salah satunya karung goni bekas.
Baca Juga: Menjahit Fulus dari Hijab Khusus Anak
Dari tangan kreatifnya, material tersebut disulap menjadi totebag, pouch, tempat pensil, hingga berbagai produk kerajinan lainnya.
"Saya mencoba memanfaatkan bahan yang ada di sekitar dan ternyata mendapat respons yang cukup baik," ujar Meisarah beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Dari Sampah Plastik Bisa Tercipta Produk Bernilai
Titik balik usaha ini datang ketika Noei Craft menjadi salah satu UMKM binaan Sudin PPKUKM Kecamatan Penjaringan. Melalui program tersebut, Noei Craft mendapat akses mengikuti berbagai bazar dan pameran, mulai dari pusat perbelanjaan seperti Mall Artha Gading hingga Grand Indonesia.
Selain mengikuti pameran, sudah sejak awal Meisarah mengandalkan kanal digital untuk bisa memperluas pasar. Tak heran jika penjualan datang dari platform e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop.
Baca Juga: Memadukan Anyaman dan Limbah Kulit
Selain itu, Noei Craft juga aktif promosi melalui kerja sama sponsorship berbagai kegiatan kampus. Produknya pernah hadir dalam acara mahasiswa di Universitas Lampung melalui organisasi AIESEC maupun sejumlah kegiatan mahasiswa Universitas Negeri Jakarta.
Selain itu produknya juga sudah dipajang dan dipasarkan di Galeri Dekranasda Jakarta Utara yang berada di lingkungan Kantor Wali Kota Jakarta Utara serta Galeri Dekranasda di Mall Artha Gading.
Hasil tersebut tidak terlepas dari keunikan Noel Craft pada konsep keberlanjutan yang diusung sejak awal. Produk utamanya masih menggunakan bahan baku karung goni daur ulang yang dipadukan dengan sentuhan desain modern.
Baca Juga: Cuan dari Menjaga Budaya Nusantara
Untuk menjaga usaha, Meisarah mulai merambah lini produk baru berupa tas laptop, totebag kanvas, hingga sticker pack dengan desain grafis khas Jakarta modern yang dibuat secara mandiri.
Dalam sepekan, Noei Craft mampu memproduksi 100 totebag dan 300 pouch. Harganya mulai Rp 5.000 sampai Rp 300.000 per item.
Adapun tantangan bisnis ini adalah terkait meningkatnya biaya dan perubahan kebijakan di platform e-commerce. Untuk itu dirinya bakal terus memperkuat promosi dan inovasi, sambil berharap bisa menembus pasar ekspor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













