Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Markus Sumartomjon
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berawal dari tumpukan kain ulos yang tersimpan di lemari, Ernika M Sijabat justru menemukan ide untuk membangun bisnis fesyen. Kecintaannya terhadap kain Nusantara membuat Ernika mencoba mengolah kain ulos menjadi pakaian untuk dirinya sendiri.
Tak disangka, busana tersebut menarik perhatian teman-temannya.
"Karena dianggap lucu dan etnik. Dari situ saya mulai membuat dua atau tiga potong dan ternyata banyak yang tertarik," ujar Ernika kepada KONTAN belum lama ini.
Baca Juga: Fulus dari Daur Ulang Limbah Pertanian
Respons tersebut kemudian membuat Ernika berpikir untuk lebih serius mengembangkan hobinya menjadi sebuah bisnis. Lahirlah Nika Etniq, label fesyen yang mengombinasikan kain-kain Nusantara menjadi busana modern tanpa meninggalkan unsur budaya.
Konsep tersebut menjadi identitas utama Nika Etniq. Ernika ingin kain tradisional tidak hanya digunakan dalam kesempatan tertentu, tetapi bisa diterjemahkan menjadi outfit yang diterima oleh berbagai kelompok usia, mulai dari kalangan muda hingga dewasa.
Baca Juga: Gurih Nian Laba dari Pempek Tahan Lama
Tak hanya ulos, label ini juga mulai mengolah berbagai kain Nusantara, mulai dari tenun hingga batik cap dan batik tulis. Yang menarik, kain-kain tersebut berasal dari para pengrajin di berbagai daerah di Indonesia.
Sebagian pengerjaannya dilakukan secara handmade oleh para pengrajin perempuan atau "mama-mama" dan "inang" di daerah.
Dengan pendekatan tersebut, setiap kain memiliki karakter tersendiri sebelum kemudian diterjemahkan ke dalam desain busana Nika Etniq. Desain modern menjadi cara untuk memperluas pasar kain Nusantara.
Baca Juga: Fulus dari Inovasi dan Pemberian Label
Saat ini, Nika Etniq beroperasi dari Cawang, Jakarta Timur, sementara workshop produksinya berada di kawasan Perkampungan Industri Kecil (PIK).
Kapasitas produksi mencapai sekitar 500 potong atau lebih per bulan dengan dukungan 15 karyawan. Untuk harganya dibanderol mulai dari sekitar Rp 300.000 hingga Rp1 juta.
Baca Juga: Ubah Kebutuhan Berpakaian Jadi Cuan
Produk tersebut tersedia di sejumlah gerai dan pusat perbelanjaan di Jakarta. Mulai dari Pondok Indah Mall 2, Alun-Alun Nusantara Grand Indonesia, Mall Artha Gading, hingga Lippo Mall Nusantara.
Tak berhenti di pasar domestik, Nika Etniq juga telah merambah pasar Malaysia melalui gerai Isetan Mall Kuala Lumpur.
Baca Juga: Cuan nan Renyah dari Aneka Camilan dan Abon
Hasilnya, dari sisi penjualan, rata-rata produk yang terjual mencapai sekitar 100–150 potong per bulan. Adapun omzet usaha berada di kisaran lebih dari Rp 50 juta per bulan.
Melihat hasil tersebut, Ernika optimistis terhadap prospek bisnis Nika Etniq. Ia melihat pasar domestik masih sangat besar, terutama jika produk berbasis kain Nusantara mampu terus dikemas dengan desain yang sesuai perkembangan zaman.
Selain itu, dirinya juga bakal memperluas pasar luar negeri setelah melihat hasil yang ada di Malaysia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
