kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   31.000   1,17%
  • USD/IDR 17.664   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.636   -31,42   -0,47%
  • KOMPAS100 867   -5,52   -0,63%
  • LQ45 658   -5,19   -0,78%
  • ISSI 231   -0,99   -0,43%
  • IDX30 368   -3,06   -0,83%
  • IDXHIDIV20 455   -4,73   -1,03%
  • IDX80 99   -0,80   -0,81%
  • IDXV30 125   -1,37   -1,08%
  • IDXQ30 118   -1,17   -0,99%

Semerbak Aroma Fulus dari Kedai dan Ekspor Kopi


Sabtu, 05 September 2026 / 07:20 WIB
Semerbak Aroma Fulus dari Kedai dan Ekspor Kopi
ILUSTRASI. Produk kopi Alfee Mamori (Dok/Alfee Mamori)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sebelum dikenal sebagai kedai kopi yang mengusung produk lokal, Alfee Mamori berawal dari bisnis ekspor komoditas Indonesia.

Pengalaman sang pemilik di industri ekspor menjadi pijakan awal usaha yang kini berkembang ke kedai kopi hingga pasar internasional.

Naugan Simanungkalit, Pemilik Alfee Mamori,  sebelumnya bekerja di perusahaan ekspor teh dan kopi, bahkan sempat ditempatkan di Amerika Serikat. Setelah kembali ke Indonesia, ia mendirikan PT Manal Mamori Indonesia. 

"Tahun 2016 saya balik ke Indonesia, dan tahun 2017 saya bangun perusahaan sendiri," ujar Naugan kepada KONTAN belum lama ini. 

Baca Juga: Cuan dari Kreasi Ulos Berbalut Batik Jakarta

Pada awalnya, Mamori bergerak di perdagangan komoditas rempah Indonesia, seperti kayu manis dan vanilla bean. Naugan kemudian mulai mengarahkan bisnisnya ke kedai Alfee Coffee pada 2019.

Untuk kebutuhan kopinya, Alfee Mamori menggandeng sejumlah koperasi petani di berbagai daerah, mulai dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sumatra, Sulawesi, hingga Papua.

Baca Juga: Merancang Desain Kain Tradisional Menjadi Cuan

Alfee Mamori sempat mendistribusikan produk ritel ke sekitar 30 gerai, termasuk department store, supermarket, dan outlet di sejumlah bandara. 

Namun, pandemi Covid-19 membuat strategi tersebut berubah.

Pada 2020, Naugan mulai membangun bisnis kedai kopi. Kini, Alfee Mamori memiliki dua gerai, yakni di Pancoran, Jakarta Selatan, yang sekaligus menjadi pusat roastery, serta di kawasan Sudirman, Jakarta. Sementara gerai di Stasiun MRT Lebak Bulus terpaksa tutup pada 2024.

Baca Juga: Mencetak Fulus dari Produk Fesyen Hijau

Dari dua gerai tersebut, bisnis Alfee Mamori terus berkembang. Naugan menyebutkan, penjualan tahun ini meningkat lebih dari 50% secara tahunan, ditopang penjualan kedai, pesanan event, dan ekspor.

Ekspor kopi menjadi salah satu mesin pertumbuhan baru.

Tahun ini, dia mengungkapkan, Alfee Mamori telah mengirim sekitar enam kontainer kopi ke luar negeri, terutama ke pasar Eropa. Pada Agustus lalu, mereka kembali menyiapkan pengiriman 19,8 ton kopi ke Yunani. Selain biji kopi, Alfee Mamori mulai mengekspor daun kopi ke Inggris.

Baca Juga: Aroma Cuan dari Usaha Parfum Masih Semerbak

Sedangkan di dalam negeri, pesanan event juga meningkat. Alfee Mamori beberapa kali mendapat pesanan dari Bank Indonesia, termasuk hingga 500 cup dalam satu kegiatan.

Menurut Naugan, Alfee Mamori juga tengah menjajaki permintaan untuk menyediakan 800 cup per hari untuk sebuah kegiatan Bank Indonesia.

Untuk menopang ekspansi, Alfee Mamori berencana membangun lantai dua di gerai Pancoran, Jakarta Selatan. Area ini akan digunakan sebagai ruang non-smoking, tempat pelatihan, sekaligus gudang tambahan.

Alfee Mamori juga akan memperkuat penjualan di ranah marketplace hingga TikTok Shop.

Untuk ekspor kopi dan daun kopi, mereka akan memperluas pasar ke negara-negara baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Terpopuler
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×