Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Havid Vebri
Buah durian telah memiliki banyak penggemar di Indonesia. Rasanya yang manis dan aromanya yang tajam mampu menggoyang lidah para penikmatnya. Selain nikmat dimakan langsung, durian rupanya tak kalah lezat ketika diolah menjadi berbagai jenis makanan dan minuman.
Salah satunya adalah dibuat es atau jus durian. Inilah yang dilakukan Adeliz dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Dia merintis usaha es dan jus durian sejak awal Februari 2014 dengan mengusung merek Zona Durian.
Meski baru berdiri, usaha Adeliz ini rupanya cukup diminati masyarakat Banjarmasin. Karena itu, ia pun mulai menawarkan kemitraan dalam seminggu terakhir ini.
Meski baru saja menawarkan kemitraan, kini Zona Durian sudah mempunyai dua mitra dan satu lagi sedang dalam proses kesepakatan. "Sebelum mulai menawarkan kemitraan sudah ada yang berniat bergabung dan sudah kita persiapkan diri, makanya cepat dapat mitra," tuturnya.
Untuk kerjasama kemitraan, Adeliz menawarkan paket investasi sebesar Rp 7,5 juta. Dengan investasi sebesar itu, mitra akan memperoleh booth, freezer, mesin cup sealer, blender, peralatan dan perlengkapan lainnya serta bahan baku awal untuk berjualan selama empat hari.
Adeliz mengatakan, bahan baku durian yang digunakan untuk membuat es dan jus diambil langsung dari daerah Kalimantan Selatan. Harga jual es durian dibanderol Rp 12.000 per cup, sedangkan jus durian dijual seharga Rp 8.000 per cup.
Adeliz memperkirakan, dengan penjualan 50 cup per hari, mitra bisa mendulang omzet sekitar Rp 10 juta–Rp 15 juta per bulan. Setelah dikurangi biaya pembelian bahan baku, sewa tempat, gaji pegawai, dan biaya operasional lainnya, mitra bisa meraup laba bersih sekitar 25% dari omzet per bulan.
Dengan begitu, mitra sudah bisa balik modal dalam waktu dua bulan sampai tiga bulan setelah beroperasi. Mitra tidak dibebankan biaya lain lagi seperti biaya royalti, namun pembelian bahan baku wajib dibeli dari pusat. Menurut Adeliz, prospek usaha es dan jus durian ini masih bagus.
Pasalnya, durian masih akan selalu diminati banyak orang. Tahun ini ia menargetkan bisa menggandeng sebanyak 20 mitra baru. "Karena usaha ini masih baru, saya masih fokus di daerah Kalimantan Selatan dulu," kata Adeliz. Anda tertarik mencoba?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












